Oleh: Abi Ananda Rasyid | November 28, 2009

Pemerintah Harus Terus Sosialisasi Gempa


BANTUL (KR) – Sosialisasi dan pengetahuan menghadapi kemungkinan terburuk gempa, penting dilakukan kepada masyarakat. Dalam hal ini, pemerintah memegang kunci utama untuk melakukan sosialisasi tersebut. Sekalipun gempa bumi tidak dapat dipastikan kapan dan di mana terjadi namun peristiwa alam tersebut dapat dideteksi kemungkinan terjadinya. “Indikasi tersebut dapat dilihat dengan adanya likuifaksi atau pencairan tanah,” tandas Koordinator Center for Disaster and Environmental Studies-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (CODES-UMY) Dr Eng Agus Setyo Muntohar ST MEng Sc dalam Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana Gempa Bumi ‘Mengenal Lebih Dekat dengan Gempa Bumi’, di Hall Masjid KH Ahmad Dahlan Tamantirto. Dikatakan, kepulauan Indonesia merupakan daerah rawan gempa tektonik mengingat Indonesia dilewati jalur gempa Mediteran dan Circum Pasifik. “Gempa bumi sebenarnya bukan peristiwa yang berbahaya. Menjadi berbahaya jika gempa menimbulkan keruntuhan bangunan. Karena inilah yang akan menimbulkan korban jiwa,” paparnya. Untuk itu, sosialisasi pun penting dilakukan agar masyarakat mempunyai pengetahuan mengenai keadaan sebelum, saat, dan sesudah gempa bumi untuk mengurangi risiko pengurangan gempa demi menghadapi kemungkinan terburuk. “Selain itu, memperhatikan perilaku gedung saat gempa juga diharapkan menjadi bekal pengetahuan dalam menghadapi kemungkinan terburuk,” tambah Agus. Sebelum gempa bumi, Agus menjelaskan, masyarakat perlu mengenali apa yang disebut gempa bumi, memastikan bahwa struktur dan letak rumah dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan gempa bumi (longsor, liquefaction dan lainnya), dan mengevaluasi serta merenovasi ulang struktur bangunan agar terhindar bahaya gempa bumi. Masyarakat juga perlu mengenali lingkungan tempat anda bekerja dan tinggal untuk memperhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat, belajar melakukan P3K, belajar menggunakan pemadam kebakaran, mencatat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempa bumi. “Sehingga apabila terjadi gempa bumi, masyarakat sudah mengetahui tempat paling aman untuk berlindung,” jelas Agus. Jika masyarakat sedang mengendarai mobil, Agus mengingatkan agar pengendara keluar, turun, dan menjauh dari mobil untuk menghindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran. Untuk persiapan rutin pada tempat anda bekerja dan tinggal, Agus mengimbau masyarakat memperhatikan perabotan (lemari, cabinet dan lainnya agar diatur menempel pada dinding (dipaku/ diikat dll) untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempa bumi, menyimpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah, agar terhindar dari kebakaran. Juga diharapkan warga selalu mematikan air, gas dan listrik apabila sedang tidak digunakan. “Penyebab celaka yang paling banyak pada saat gempa bumi adalah akibat kejatuhan material. Untuk itu, atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah,” ujar Agus. (Fsy)-n

www.kr.co.id


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: