Oleh: Abi Ananda Rasyid | Februari 19, 2008

Pindah Guest House


Akibat hatuh pingsan hari Sabtu 17 Januari dinihari di koridor kantor laboratorium lantai 7, Professor memindahkan aku ke kamar NTUST Guest-House kamar 1511. Wah … nggak nyangka bisa menikmati ruangan yang memadai untuk istirahat sepulang dari rumah sakit. Sebelum cerita NTUST Guest-House, mau cerita dulu pelayanan di Tri General Hospital tempat saya dirawat. Tapi sayang nggak bawa kamera … jadi nggak ada fotonya (masak iya, orang pingsan sempat bawa kamera …aneh ..). Tahu-tahu saya sudah diturunkan dari mobil ambulance. Kemudian didata dengan cepat dan sigap oleh petugas front -desk di Emergengy Unit, kira-kira hanya perlu waktu kurang dari 5 menit. Kartu identitas bagi foreigner (semacam KTP bagi orang asing, namanya ARC ID) dan kartu asuransi kesehatan NHI sudah disiapkan oleh teman yang mengantar (terima kasih Mas Harki — mahasiswa Ph.D Mechanical Engineering NTUST). Kemudian dibawa ruang tindakan emergency. Tidak berapa lama (kira-kira 5 menit) dokter jaga menghampiri dan melakukan diagnosa. Luka dijari kiri dan pungung tangan kanan akibat pecahan kaca saat jatuh pingsan mesti dijahit, dan bagian kepala dan tangan serta punggung mesti di-X-ray. Kira-kira 5 menit kemudian surat pengantar ke bagian X-ray siap, dan sayapun dibawa ke ruang X-ray dan dipindah ke meja X-ray (seperti tempat tidur). Saya sempat berpikir, wahh…canggih bener ni alat, pasien hanya tiduran saja bisa dilakukan X-ray. Kira-kira 15 menit selesai dengan 3 kali X-ray tangan kanan, 1 kali X-ray dada, 3 kali bagian kepala. Biasanya kalau X-ray diberi negatifnya. Tapi di Tri General Hospital ini, data langsung dikirimkan ke komputer di ruang tindakan di Emergency Unit. Wahhh…ternyata sudah terkoneksi dengan sistem informasi terpadu, jadi hemat biaya dan waktu juga. Setelah selesai X-ray, kemudian kembali lagi ke ruang tindakan Emergency Unit, dokter perlu waktu kira-kira 10 menit untuk diagnosa hasil X-ray. Alhamdulillah, tidak terjadi hal-hal yang parah. Namun, luka tetap harus dijahit. Kemudian, sayapun dibawa ke ruangan operasi kecil. Uniknya, saya melihat semua alat-alat operasi kecil ini sudah terbungkus kain steril hijau dan sudah diberi kode dan tempatnya sudah dikelompokkan di lemari. Operasi kecil kira-kira hampir 1 jam, untuk jari tangan kiri perlu anestasi lokal. Alhasil, 5 jahitan untuk tangan kanan. Untuk tangan kanan cukup 1 jahitan saya, tapi cukup sakit …lah wong nggak diberi anestasi lokal (batin saya …dokternya ngawur nih…). Setelah selesai semuanya, disuruh istirahat di rumah sakit dulu dan dicek tekanan darah. Wah, saya kagum juga alat pengukur tekanan darahnya sudah automatic dan electric. Jadi sang perawat hanya memasangkan dipergelangan tangan, kemudian tekan tombol “on”, mesin bekerja sendiri.Urusan biaya rumah sakit biasanya bikin pusing kantong. Alhamdulillah, biaya rumah sakit kira-kira Rp.1juta. Namun saya cukup bayar Rp.100ribu karena sisanya sudah ditanggung asuransi kesehatan. Wah…betapa mahalnya kalau sakit. Makanya, di Taiwan ini semua mahasiswa dan orang asing wajib punya asuransi kesehatan.Sekarang cerita Guest-House-nya. Guest-house ini terletak di lantai 15 Dorm 2 NTUST. Interior kamar didesain seperti hotel bintang 3. Wah bisa tidur nyenyak sepulang dari rumah sakit. Oya lihat saja ya foto-fotonya.

Wahhh…Guest-house nya memang nyaman. Oya foto-foto lainnya ada di http://muntohar1408.multiply.com.

Salam,

Taipei 18 Januari 2008


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: