Oleh: Abi Ananda Rasyid | November 4, 2007

Sekali Muhammadiyah, Tetap Muhammadiyah!


dinsy.jpgProf. Dr. Din Syamsuddin, MA: “Saya ingin memesankan kepada seluruh keluarga besar Muhammadiyah, marilah kita memantapkan hati untuk tetap ber-Muhammadiyah”.

Saya ingat Ibu Megawati Soekarno Putri pernah berpidato dalam sebuah acara wisuda di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sudah selazimnya beliau berceramah kurang lebih selama setengah jam menggunakan teks. Tetapi, kemudian beliau berceramah menjadi satu setengah jam lamanya karena beliau mengatakan di luar teks yang dibacanya. Justru yang menarik di sini adalah apa yang disampaikan di luar isi teks itu. Sampai-sampai beliau banyak mengungkap soal Bung Karno, Ibu Fatmawati, dan kakeknya yang juga seorang konsul Muhammadiyah. “Seperti kata Bung Karno, sekali Muhammadiyah, tetap Muhammadiyah!” tegas Ibu Mega di ujung ceramahnya.
Saya makin tertarik dengan apa yang kita hadapi akhir-akhir ini. Sekalipun kita belum punya data statistiknya, tetapi katanya banyak orang Muhammadiyah yang dulu aktif, bahkan tidak hanya sebagai anggota tetapi juga sebagai pimpinan, sekarang menampilkan “loyalitas ganda.” Dia cinta Muhammadiyah, tetapi pada saat yang bersamaan juga cinta terhadap yang lain. Ibarat seorang suami yang memiliki istri dua.
Kalau “loyalitas ganda” disebabkan karena tertarik, apalagi jatuh hati atau terpesona — saya sering menggunakan istilah sales-sales ideologi yang bertebaran di mana-mana, maka silahkan saja. Dalam agama saja la ikraha fi ad-din, begitu juga dalam Muhammadiyah, la ikraha fi al-Muhammadiyah. Seandainya banyak anggota yang keluar dari Muhammadiyah, maka kita akan mencari anggota yang baru. Kita jelas akan mencari kader-kader yang baru. Tetapi, kalau mereka yang memiliki “loyalitas ganda” tetap berada di Muhammadiyah, maka itu sangat berbahaya.
Saya pernah mengalami sendiri ketika sedang menyampaikan taushi’ah seperti sekarang ini. Pada waktu itu, tidak arif rasanya kalau saya berceramah terlalu panjang, karena waktu menjelang Dhuhur. Saya langsung mengadakan cerdas cermat untuk tingkat SD, SMP, dan SMU. Pertanyaan untuk tingkat SD dan SMP tidak terlalu sulit. Tetapi pertanyaan untuk tingkat SMU agak tinggi. Pertanyaannya pada waktu itu adalah: “Apakah tujuan Muhammadiyah?”
Saya merasa kaget ketika mereka menjelaskan tujuan Muhammadiyah. Jawaban dari pertanyaan itu tidak ada satupun yang sesuai dengan AD/ART Muhammadiyah. Bahkan, ada yang berusaha menjawab bahwa, tujuan Muhammadiyah ialah: “Membina kader yang beriman dan berakhlak….”
Mendengar jawaban mereka yang tidak satupun yang sesuai dengan AD/ART Muhammadiyah, saya lantas bertanya kepada para guru yang mengampu pelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Seorang ibu guru lantas mengomentari bahwa, jawaban tersebut adalah salah. Ibu guru ini berusaha menjawab pertanyaan tersebut: “Tujuan Muhammadiyah adalah sebuah gerakan Islam untuk amar ma’ruf nahi munkar dalam rangka menegakkan keadilan dan menyejahterakan untuk rakyat dan bangsa Indonesia….”
Mendengar jawaban dari ibu guru pengapu mata pelajaran Al-Islam dan ke-Muhammadiyahan yang tidak sesuai dengan AD/ART Muhammadiyah, saya lantas bertanya kepada ketua Cabang Muhammadiyah setempat. Sementara ketua PDM-nya saya lihat tidak dapat menyembunyikan kemarahannya. Pada saat itulah ketua cabangnya mengaku bahwa, banyak guru ke-Muhammadiyahan yang dari luar Muhammadiyah mengajarkan ajaran yang lain di sekolah Muhammadiyah.
Bagi kita, ini semua ada hikmahnya. Segera setelah kita sadari, PP Muhammadiyah langsung mengadakan pertemuan membicarakannya berkali-kali sampai kemudian keluar SK yang bertujuan untuk mengantisipasi masalah ini. Walaupun ada yang setuju dan ada pula yang menolaknya, tetapi, ini semata-mata merupakan bentuk rasa tanggungjawab untuk mempertahankan keutuhan Muhammadiyah.
KH. Ahmad Dahlan sendiri pernah mengatakan, “Jangan sekali-kali menduakan Muhammadiyah.” Saya sendiri tidak membaca semua buku-buku sejarah tentang KH. Ahmad Dahlan. Malah saya baru mendengar kata-kata ini. Tetapi, kira-kira maksud kata-kata KH. Ahmad Dahlan ini adalah, “Jangan menyelingkuhi Muhammadiyah.”

[Disarikan dari Kolom Tawasuth dalam Suara Muhammadiyah www.suara-muhammadiyah.com]


Responses

  1. Assalamualaikum.wr.wb
    Saya adalah warga Muhammadiyah. Saya rasa ungkapan “sekali Muhammadiyah tetap Muhammadiyah” adalah ungkapan yang keliru. Yang lebih tepat adalah sekali Islam tetap Islam. Jangan kita menjadi umat Muhammadiyah, Umat NU, umat Persis, dll, tetapi jadilah kita umat Islam yang satu. Janganlah kita terlalu bangga dengan golongan kita sendiri yang menjadikan kita berpecah belah dan memecah belah Islam.
    (QS 30;31) Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan jangan kamu termasuk orang2 yang mempersekutukan Allah (tertulis arabnya musyrikiin)
    (QS 30;32) yaitu orang2 yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.
    Jangan kita terlalu bangga dengan kelompok kita, tetapi mari jadikan kelompok kita kelompok yang terdepan untuk membangkitkan Islam, jadikanlah kelompok kita sebagai pemersatu umat Islam untuk memperjuangkan syariat Islam, bukan mempertahankan sekulerisme.
    Saya harap Muhammadiyah kembali memperjuangkan tegaknya syariah Islam secara formal di Indonesia. Sebab saya melihat Muhammadiyah dan NU saat ini cenderung menjadi corong ormas sekuler. Jika terus seperti ini Muhammadiyah bis aditinggal oleh warganya. Kami umat Islam sangat merindukan tegaknya syatriat Islam, kami rindu hidup dibawah aungan Islam.Untuk itu kami mohon kepada Muhammadiyah sebagai salah satu ormas terbesar di Indonesia suarakanlah Syariat Islam dengan lantang di negeri ini.Janganlah kita bersandar pada demokrasi yang notabene merupakan produk manusia sementara
    “menetapkan hukum hanyalah hak Allah”(QS 6 ; 56), janganlah Muhammadiyah tejebak dalam hukum manusia.”Apakah hukum jahiliyah yang kamu pilih, Hukum manakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?”(QS 5 ; 50). Kami cinta Muhammadiyah, tapi kami lebih mencintai Islam yang kaffah. Jadikanlah Muhammadiyah sebagai tonggak kebangkitan Islam di Indonesia dan dunia.

  2. Ada baiknya kita telusuri kembali riwayat Muhammadiyah yang didirikan K.H. A. Dahlan. Maksud, Pak Din adalah ‘kita harus bersungguh-sungguh dalam mengurus organisasi dakwah Muhammadiyah ini’. Muhammadiyah adalah wadah dakwah Islam. Jadi jika konsisten bersungguh-sungguh dalam Muhammadiyah, berarti bersungguh-sungguh pula dalam ajaran-ajaran Islam. Bukan kesungguhan ini bagian dari ajaran Islam? Maka sekali bermuhammadiyah, tetaplah bermuhammaidyah, tidak ada salahnya.

  3. assalamu ‘alaikum wr.wb
    Pak Din, berjuanglah terus untuk Pak Amien Rais for Capres 2009, Insya alloh Indonesia akan sejahtera, bebas korup dan jadi negeri yang baldatun thoyibun warabbun ghafuur. amieeen..
    wassalam
    awy-Manado

  4. Muhammadiyah adalah ormas islam, ormas islam yg tidak memperjuangkan syariat islam ya bukan ormas islam namanya. Pesan saya muhammadiyah jangan seperti nu terlalu mendukung sekularisme, plurarisme, bid’ah,kurafat. Mana jihadnya? Jangan kita bisa bicara tapi tak ada kerja. Kairan katsiran jazza kumullah.

  5. sebagai warga muhammadiyah, saya kira pak amien rais tidak perlu maju sebagai presiden di pemilu 2010 mendatang.

    kalau usia sudah tua, lebih baik mengurus umat, ketimbang mengurus bangsa dan negara…
    kan generasi kita banyak dan lebih muda dan cerdas…

    bangsa ini budayakan menjadi bangsa yang mencetak generasi muda yang cerdas…

    saya kira pak Din cukup cerdas dan muda untuk maju sebagai Capres 2010…
    kalau pak amien dulu kalah di Capres 2004 silam, maka pak Din sebagai capres 2010 harus menang…

    muhammadiyah hanya organisasi islam… yang konsen terhadap umat, bidang sosial, pendidikan, lainnya….

    jadilah kita sebagai orang yang berlomba-lomba dalam kebajikan….

  6. asalmkm,,,,,, saya riza aktivis IPM saya pengen sekali bertemu dengan pak dien, karena saya sangat ngefans benget ma pak dien………
    NUUUUUN WALQOLAMI WAMAA YASTHURUUUUUUN
    Wslmkm, ………………….

  7. hidup muhammadiyah

  8. assalmulaikum wr.wb.
    Q pngen komentr , klo menurut Q muhammadiyah hx mengedpankan pikiran saja , untk lbh maju dr NU. Klo menurut Q NU lah yg banxk mensyariatkn islam scara qolbu.

  9. Masuk Muhammadiyah tidak harus kaya dulu, karena di Muhammadiyah itu ada anggota adalah orang yangpunya NBM dan ada orang yang berMuhammadiyah adalah orang yang Infaq sebulan sekali dan Ta’lim au Mutakalim di Muhammadiyah, ini sederhana dan mudah dilakukan

  10. Bermuhammadiyah berarati berislam, fanatik trhadap Muhammadiyah brrt fanatik trhadap islam. krn kita yakin bhw Muhammadiyah mampu membawa kita ke pintu gerbang surga.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: