Oleh: Abi Ananda Rasyid | November 1, 2007

Mekanisme Keruntuhan Lereng


Peningkatan tegangan pada lereng termasuk tekanan air pori akan menurunkan stabilitas lereng yang menyebabkan keruntuhan. Pada naskah ini disajikan hasil penelitian uji model keruntuhan terhadap lereng tegak (steep-slope) dan teknik penanganannya dengan perkuatan geotekstil. Model lereng berupa tanah asli yang diletakkan di dalam kerangka model berukuran 120 cm panjang x 70 cm tinggi x 10 cm lebar. Untuk mencapai keruntuhan, tambahan tekanan tanah aktif dilakukan dengan meningkatkan tekanan air pori tanah dengan cara pemberian air yang dimasukkan ke tanah melalui pipa-pipa berlubang. Geotekstil yang digunakan berupa geotekstil tipe anyaman dan nir-anyaman. Hasil pengujian model menunjukkan bahwa tekanan tanah lateral tanah hasil uji model adalah sebesar 0,73 dari tekanan lateral menurut teori Rankine, Ph model = 0,73 Ph Rankine. Keruntuhan lereng terjadi dalam empat fase, yang diawali dengan terjadinya retak awak pada permukaan tanah hingga terjadi perambatan retak (crack propagation) yang lebih luas. Perkuatan lereng menggunakan geotekstil tipe anyaman memberikan kestabilan lereng yang lebih baik dibandingkan dengan tipe nir-anyaman

Model semi 3-Dimensi dibuat berbentuk rangka dengan ukuran 120 cm panjang x 70 cm tinggi x 10 cm lebar. Pada bagian sisi depan dan belakang diberi dinding dari acrilyc glass dengan tebal 5 mm. Bahan lereng tegak (steep-slope) menggunakan tanah yang memiliki derajat kepadatan tertentu (sesuai dengan kepadatan rencana). Pada bagian permukaan tanah ditanamkan pipa-pipa berlubang yang berfungsi untuk memberikan tekanan air pori dibelakang tanah atau tekanan tanah aktif (lateral active pressure). Gambar 1 memberikan diagram dari model-semi 3D yang digunakan dalam penelitian.

 

model1.jpg

Gambar 1 Diagram model semi-3D untuk pengujian keruntuhan lereng.

 

model2.jpg

Gambar 2 Tahapan keruntuhan lereng akibat infiltrasi air (a) Tahap I: Retak awal, (b) Tahap II : Infiltrasi air, (c) Tahap III: Retak merambat, (d) Tahap IV : Keruntuhan.

 

 

 

[Disarikan dari: Muntohar, A.S., 2006]

 

 

 


Responses

  1. Mas.. mo nanya ini,
    gimana cara mencari Ka yang sudut geser dalam tanah 14.25 dan kemiringan lereng 60?

    jika hasil nya negatif, gimana solusinya.

    thaks

  2. Aslam,,,pak agus.ma’af pak saya mau tanya tentang buku bimbingan baru akademik UMY tentang tanah,sudah jadi yapak.karna kata ibu anita sudah jadi.buku mektan bapak sangat membantu saya untuk menyelesaikan TA saya pak.trimakasih ya pak agus.waslam,,,

  3. ass..
    pak Q mau tanya mengapa bisa trjadi longsoran,
    yang disebabkan oleh apa,
    dan dampak negatifnya apa2 aja..?
    trimzzz…

  4. Salam Kenal pak… pak saya mau tanya bagaimana bencari sudut geser secara alami dan adakah teori dan refernsi cara mencari sudut geser alami

  5. Salam Kenal pak… pak saya mau tanya bagaimana bencari sudut geser secara alami dan adakah teori dan refernsi cara mencari sudut geser alami thank ya pak


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: