Oleh: Abi Ananda Rasyid | November 1, 2007

Idul Fitri 1428 H Taipei



الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر و الله الحمد

Fajar di Jumat 1 Syawal 1428 H bertepatan dengan 12 Oktober 2007M mengantarkan gema takbir di tanah Formosa. Ini adalah untuk ketiga kalinya menjalani sholat Idul Fitri di negeri seberang.

Sholat Ied dilaksanakan di Masjid Besar Taipei dengan imam dan khotib adalah Imam Yunus Ma. Beliau adalah master lulusan Universitas Islam Madinah dan merupakan adik kelas dari Ketua MPR-RI Dr. Hidayat Nur Wahid. Sholat dimulai jam 08.30 AM. Agak berbeda tata cara sholatnya seperti kebiasaan di tanah air, pada rakaat pertama takbir 5 kali kemudian pada rakaat kedua takbir tiga kali sebelum ruku. Kontan saja, banyak jamaah yang ‘kecele’. Padahal oleh imam sebelum sholat telah diberitahu, namun karena pemberitahuan dalam bahasa Mandarin sehingga banyak jamaah yang tidak tahu arti pengumumannya. Alhasil, dari cerita teman-teman pada rakaat kedua banyak jamaah yang keterusan sujud padahal imam baru takbir pertama sebelum ruku. Seperti tahun-tahun sebelumnya, khutbah Idul Fitri dibacakan dalam bahasa Arab. Nah lhoo…bagi yang bisa bahasa Arab hanya masih telinga kanan keluar telinga kiri.

Setelah selesai sholat seperti biasanya, jamaah bersalam-salaman untuk mengucapkan selamat Idul Fitri, Eid Mubarak. Hanya jamaah Indonesia saja yang mengucapkan “minal aidzin wal faizin”. Pihak Chinese Muslim Association (CMA) seperti biasanya menyediakan makanan ringan dan minuman untuk dimakan oleh jamaah seusai sholat. Oya, jamaah Indonesia ini didominasi oleh para “pahlawan devisa”. Sejak awal kedatangan saya di Taipei, sudah akrab dengan para ‘pahlawan devisa’ ini. Suasana keakraban ini tidak disia-siakan untuk mengambil foto bersama mereka.

Tampak keceriaan diantara mereka, namun rindu akan lebaran di tanah air tetap dihati. Bisa dibayangkan betapa sedihnya tidak bisa berkumpul dihari yang bahagia ini bersama keluarga di rumah. Bersilahturahmi dengan keluarga, sungkem kepada orang tua, berjabatan tangan dengan tetangga. Semuany terasa beda di Taipei ini. Alhamdulillah, tahun lalu sempat mencicipi suasana lebaran di tanah air.

Karena rindu akan masakan ketupat sayur, opor ayam, rendang, dan lain-lain masakan Indonesia, pada hari Sabtu 2 Syawal 1428 H, KDEI mengadakan ‘open house’. Disini seluruh masyarakat Indonesia berdatangan baik muslim dan non muslim, WNI asli dan WNI keturunan, mahasiswa dan pahlawan devisa, semua tumplek blek di KDEI. Menikmati aneka hidangan lebaran ala KDEI. Makanan pembuka yang saya makan adalah ketupat sayur dan opor ayam. Karena saking banyaknya orang, maka antre pun harus dilakukan. Rasanya kepengen mencoba semua citra masakan, namun apa daya perut ini ada batasnya. Foto-foto ini diambil bersama dengan Pak Amzir (Wakil Kepala KDEI) dan Pak Bambang (Kepala Bidang Perdagangan), dan juga foto bersama Pak Feri Yahya (Kepala KDEI) dan Pak Pangkuh (Senior Assistant).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: