Oleh: Abi Ananda Rasyid | Oktober 19, 2007

THE PLAIN TRUTH ABOUT CHRISTMAS [1]


christmas.jpg

Author: Herbert W. Armstrong
Category: Books
Genre: Religion & Spirituality

SEJARAH NATAL

Kata Christmas (Natal) yang artinya Mass of Christ atau disingkat Christ-Mass, diartikan sebagai hari untuk merayakan kelahiran “Yesus”. Perayaan yang diselenggarakan oleh non-Kristen dan semua orang Kristen ini berasal dari ajaran Gereja Kristen Katolik Roma. Tetapi, dari manakah mereka mendapatkan ajaran itu? Sebab Natal itu bukan ajaran Bible (Alkitab), dan Yesus pun tidak pernah memerintah para muridnya untuk menyelenggarakannya. Perayaan yang masuk dalam ajaran Kristen Katolik Roma pada abad ke empat ini adalah berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala.

Karena perayaan Natal yang diselenggarakan di seluruh dunia ini berasal dari Katolik Roma, dan tidak memiliki dasar dari kitab suci, maka marilah kita dengarkan penjelasan dari Katolik Roma dalam Catholic Encyclopedia, edisi 1911, dengan judul “Christmas”, anda akan menemukan kalimat yang berbunyi sebagai berikut:

“Christmas was not among the earliest festivals of Church … the first evidence of the feast is from Egypt. Pagan customs centering around the January calends gravitated to christmas.”
“Natal bukanlah diantara upacara-upacara awal Gereja … bukti awal menunjukkan bahwa pesta tersebut berasal dari Mesir. Perayaan ini diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari ini, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus.”

Dalam Ensiklopedi itu pula, dengan judul “Natal Day,” Bapak Katolik pertama, mengakui bahwa:

“In the Scriptures, no one is recorded to have kept a feast or held a great banquet on his birthday. It is only sinners (like Paraoh and Herod) who make great rejoicings over the day in which they were born into this world.”
“Di dalam kitab suci, tidak seorang pun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini.”

Encyclopedia Britannica, yang terbit tahun 1946, menjelaskan sebagai berikut:

“Christmas was not among the earliest festivals of the church… It was not instituted by Christ or the apostles, or by Bible authority. It was picked up of afterward from paganism.”
“Natal bukanlah upacar – upacara awal gereja. Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible (Alkitab) juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.”

Encyclopedia Americana terbitan tahun 1944 juga menyatakan sebagai berikut:

“Christmas…It was, according to many authorities, not celebrated in the first centuries of the Christian church, as the Christian usage in general was to celebrate the death of remarkable persons rather than their birth…” (The “Communion,” which is instituted by New Testament Bible authority, is a memorial of the death of Christ.) “…A feast was established in memory of this event (Christ’s birth) in the fourth century. In the fifth century the Western Church ordered it to be celebrated forever on the day of the old Roman feast of the birth of Sol, as no certain knowledge of the day of Christ’s birth existed.”
“Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya, umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut..” (“Perjamuan Suci” yang termaktub dalam Kitab Perjanjian Baru, hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus.) “…Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad keempat Masehi. Pada abad kelima, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari “Kelahiran Dewa Matahari.” Sebab tidak seorang pun yang mengetahui hari kelahiran Yesus.”

Sekarang perhatikan! Fakta sejarah telah membeberkan kepada kita bahwa mulai lahirnya gereja Kristen pertama sampai dua ratus atau tiga ratus tahun kemudian – jarak waktu yang lebih lama dari umur negara Amerika Serikat – upacara Natal tidak pernah dilakukan oleh umat Kristen. Baru setelah abad keempat, perayaan ini mulai diselenggarakan oleh orang-orang Barat, Roma dan Gereja. Menjelang abad kelima, Gereja Roma memerintahkan untuk merayakannya sebagai hari raya umat Kristen yang resmi

YESUS TIDAK LAHIR PADA 25 DESEMBER

Sungguh amat mustahil jika Yesus dilahirkan pada musim dingin! (Di wilayah Yudea, setiap bulan Desember adalah musim salju dan hawanya sangat dingin) Sebab Injil Lukas 2:11 menceritakan suasana di saat kelahiran Yesus sebagai berikut:

“Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, di kota Daud.”
Tidak mungkin para penggembala ternak itu berada di padang Yudea pada bulan Desember. Biasanya mereka melepas ternak ke padang dan lereng-lereng gunung. Paling lambat tanggal 15 Oktober, ternak tersebut sudah dimasukkan ke kandangnya untuk menghindari hujan dan hawa dingin yang menggigil. Bibel sendiri dalam Perjanjian Lama, kita Kidung Agung 2: dan Ezra 10:9, 13 menjelaskan bahwa bila musim dingin tiba, tidak mungkin pada gembala dan ternaknya berada di padang terbuka di malam hari.

Adam Clarke mengatakan:

“It was an ancient custom among Jews of those days to send out their sheep to the field and desert about the Passover (early spring), and bring them home at commencement of the first rain.” (Adam Clarke Commentary, Vol.5, page 370, New York).
“Adalah kebiasaan lama bagi orang-orang Yahudi untuk menggiring domba-domba mereka ke padang menjelang Paskah (yang jatuh awal musim semi), dan membawanya pulang pada permulaan hujan pertama).”

Adam Clarke melanjutkan:

“During the time they were out, the sepherds watch them night and day. As…the first rain began early in the month of Marchesvan, which answers to part of our October and November (begins sometime in october), we find that the sheep were kept out in the open country during the whole summer. And, as these sepherds had not yet brought home their flocks, it is a presumptive argument that october had not yet commenced, and that, consequently, our Lord was not born on the 25th of December, when no flock were out in the fields; nor could He have been born later than September, as the flocks were still in the fields by night. On this very ground, the Nativity in December should be given up. The feeding of the flocks by night in the fields is a chronological fact…See the quotation from the Talmudists in Lightfoot.”
“Selama domba-domba berada di luar, para penggembala mengawasinya siang dan malam. Bila…hujan pertama mulai turun pada bulan Marchesvan, atau antara bulan Oktober dan November, ternak-ternak itu mulai dimasukkan ke kandangnya. Kita pun mengetahui bahwa domba-domba itu dilepas di padang terbuka selama musim panas. Karena para penggembala belum membawa pulang domba-dombanya, berarti bulan Oktober belum tiba. Dengan demikian dapatlah diambil kesimpulan bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember, ketika tidak ada domba-domba berkeliaran di padang terbuka di malam hari. Juga tidak mungkin dia lahir setelah bulan September, karena di bulan inilah domba-domba masih berada di padang waktu malam. Dari berbagai bukti inilah, kemungkinan lahir di bulan Desember itu harus disingkirkan. Memberi makan ternak di malam hari, adalah fakta sejarah…sebagaimana yang diungkapkan oleh Talmud (kitab suci Yahudi) dalam bab “Ringan Kaki”.

Di ensiklopedi mana pun atau juga di kitab suci Kristen sendiri akan mengatakan kepada kita bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Catholic Encyclopedia sendiri secara tegas dan terang-terangan mengakui fakta ini.

Tidak seorang pun yang mengetahui, kapan hari kelahiran Yesus yang sebenarnya. Jika kita meneliti dari bukti-bukti sejarah dan kitab suci Kristen sendiri, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa Yesus lahir pada awal musim gugur – yang diperkirakan jatuh pada bulan September – atau sekitar 6 bulan setelah hari Paskah.

Jika Tuhan menghendaki kita untuk mengingat-ingat dan merayakan hari kelahiran Yesus, niscaya dia tidak akan menyembunyikan hari kelahirannya.

PROSES NATAL MASUK KE GEREJA

New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge dalam artikelnya yang berjudul “Christmas” menguraikan dengan jelas sebagai berikut:

“How much the date of the festival depended upon the pagan Brumalia (Dec.25) following the Saturnalia (Dec.17-24), and celebrating the shortest day of the year and the ‘new sun’… can not be accurately determined. The pagan Saturnalia and Brumalia were too deeply entrenched in popular custom to be set aside by Christian influence…The pagan festival with its riot and merrymaking was so popular that Christians were glad of an excuse to continue its celebration with little change in spirit and in manner. Christian preachers of the West and the Near East protested against the unseemly frivolity with which Christ’s birthday was celebrated, while Christians of Mesopotamia accused their Western brethren of idolatry and sun worship for adopting as Christian this pagan festival.”
“Sungguh banyak tanggal perayaan yang terkait pada kepercayaan kafir Brumalia (25 Desember) sebagai kelanjutan dari perayaan Saturnalia (17-24 Desember), dan perayaan menjelang akhir tahun, serta festival menyambut kelahiran matahari baru. Adat kepercayaan Pagan Brumalia dan Saturnalia yang sudah sangat populer di masyarakat itu diambil Kristen…Perayaan ini dilestarikan oleh Kristen dengan sedikit mengubah jiwa dan tata caranya. Para pendeta Kristen di Barat dan di Timur Dekat menentang perayaan kelahiran Yesus Kristus yang meniru agama berhala ini. Di samping itu Kristen Mesopatamia menuding Kristen Barat telah mengadopsi model penyembahan kepada dewa Matahari.”

Perlu diingat! Menjelang abad pertama sampai pada abad keempat Masehi, dunia dikuasai oleh imperium Romawi yang paganis politeisme. Sejak agama Kristen masih kecil sampai berkembang pesat, para pemeluknya dikejar-kejar dan disiksa oleh penguasa Romawi. Setelah Konstantin naik tahta menjadi kaisar, kemudian memeluk agama Kristen pada abad ke-4 M. dan menempatkan agama sejajar dengan agama kafir Roma, banyak rakyat yang berbondong-bondong memeluk agama Kristen.

Tetapi karena mereka sudah terbiasa merayakan hari kelahiran dewa-dewanya pada tanggal 25 Desember, mengakibatkan adat tersebut sulit dihilangkan. Perayaan ini adalah pesta-pora dengan penuh kemeriahan, dan sangat disenangi oleh rakyat. Mereka tidak ingin kehilangan hari kegembiraan seperti itu. Oleh karena itu, meskipun sudah memeluk agama Kristen, mereka tetap melestarikan upacara adat itu. Di dalam artikel yang sama, New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge menjelaskan bagaimana kaisar Konstantin tetap merayakan hari “Sunday” sebagai hari kelahiran Dewa Matahari. (Sun = Matahari, Day = Hari – dalam bahasa Indonesia disebut hari Minggu — pen.) Dan bagaimana pengaruh kepercayaan kafir Manichaeisme yang menyamakan Anak Tuhan (Yesus) identik dengan Matahari, yang kemudian pada abad ke-4 Masehi kepercayaan itu masuk dalam agama Kristen. Sehingga perayaan hari kelahiran Sun-god (Dewa Matahari) yang jatuh pada tanggal 25 Desember, diresmikan menjadi hari kelahiran Son of God (Anak Tuhan – Yesus).

Demikianlah asal usul “Christmas – Natal” yang dilestarikan oleh dunia Barat sampai sekarang. Walaupun namanya diubah menjadi selain Sun-day, Son of God, Christmas dan Natal, pada hakikatnya sama dengan merayakan hari kelahiran dewa Matahari. Sebagai contoh, kita bisa saja menamakan kelinci itu dengan nama singa, tetapi bagaimanapun juga fisiknya tetap kelinci.

Marilah kita kembali membaca Encyclopaedia Britannica yang mengatakan sebagai berikut:

“Certain Latins, as early as 354, may have transferred the birthday from January 6th to December, which was then a Mithraic feas … or birthday of the unconquered SUN … The Syrians and Armenians, who clung to January 6th, accused the Romans of sun worship and idolatry, contending… that the feast of December 25th, had been invented by disciples of Cerinthus…”
“Kemungkinan besar bangsa Latin/Roma sejak tahun 354 M. telah mengganti hari kelahiran dewa Matahari dari tanggal 6 Januari ke 25 Desember, yang merupakan hari kelahiran Anak dewa Mitra atau kelahiran dewa Matahari yang tak terkalahkan. Tindakan ini mengakibatkan orang-orang Kristen Syiria dan Armenia marah-marah. Karena sudah terbiasa merayakan hari kelahiran Yesus pada tanggal 6 Januari, mereka mengecam bahwa perayaan tanggal 25 Desember itu adalah hari kelahiran Dewa Matahari yang dipercayai oleh bangsa Romawi. Penyusupan ajaran ini ke dalam agama Kristen, dilakukan oleh Cerinthus…”

ASAL USUL NATAL

Kita mewarisi Natal berasal dari Gereja Katolik Roma, dan gereja itu mendapatkannya dari kepercayaan pagan (kafir) Politeisme, lalu dari manakah agama kafir itu mendapatkan ajaran itu? Dimana, kapan, dan bagaimana bentuk asli ajaran itu?

Bila kita telusuri mulai dari ayat-ayat Bible (Alkitab) sampai pada sejarah kepercayaan bangsa Babilonia kuno, niscaya akan ditemukan bahwa ajaran itu berasal dari kepercayaan berhala yang dianut oleh masyarakat Babilonia di bawah raja Nimrod (Namrud – di masa inilah nabi Ibrahim lahir). Jelasnya, akar kepercayaan ini tumbuh setelah terjadi banjir besar di masa nabi Nuh.

Nimrod, cucu Ham, anak nabi Nuh, adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia. Sejak itulah terdapat dasar-dasar pemerintahan dan negara, dan sistem ekonomi dengan cara bersaing untuk meraih keuntungan. Nimrod inilah mendirikan menara Babel, membangun kota Babilonia, Nineweh dan kota-kota lainnya. Dia pula yang pertama membangun kerajan di dunia. Nama “Nimrod” dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kata “Marad” yang artinya “dia membangkang atau murtad” (Karena bahasa Ibrani serumpun dengan bahasa Arab, silahkan anda membandingkan kata “Marad” dengan kata Arab “Ridda” atau “murtad”. Pen)

Dari catatan-catatan kuno, kita mengetahui perjalanan Nimrod ini, yang mengawali pemurtadan terhadap Tuhan dan menjadi biang manusia pembangkang di dunia sampai saat ini. Jumlah kejahatannya amat banyak, diantaranya, dia mengawini ibu kandungnya sendiri yang bernama Semiramis. Setelah Nimrod meninggal dunia, ibu yang merangkap sebagai istri tersebut menyebarkan ajaran bahwa Roh Nimrod tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Dia membuktikan ajarannya dengan adanya pohon Evergreen yang tumbuh dari sebatang kayu yang mati, yang ditafsirkan oleh Semiramis sebagai bukti kehidupan baru bagi Nimrod yang sudah mati. Untuk mengenang hari kelahirannya, Nimrod selalu hadir di pohon evergreen ini dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. 25 Desember itulah hari kelahiran Nimrod. Dan inilah asal usul pohon Natal.

Melalui pengaruh dan pemujaannya kepada Nimrod, Semiramis dianggap sebagai “Ratu Langit” oleh rakyat Babilonia. Dengan berbagai julukan, akhirnya Nimrod dipuja sebagai “Anak Suci dari Sorga”. Melalui perjalanan sejarah dan pergantian generasi dari masa ke masa, dari satu bangsa ke bangsa lainnya, penyembahan berhala versi Babilonia ini berubah menjadi Mesiah Palsu yang berupa dewa Baal, anak dewa Matahari. Dalam sistem kepercayaan Babilonia ini, “Ibu dan anak” (Semiramis dan Nimrod yang lahir kembali) menjadi obyek penyembahan. Ajaran penyembahan kepada ibu dan anak ini menyebar luas sampai di luar Babilonia dengan bentuk dan nama yang berbeda-beda, sesuai dengan bahasa negara-negara yang ditempatinya. Di Mesir dewa-dewi itu bernama Isis dan Osiris. Di Asia bernama Cybele dan Deoius. Dalam agama Pagan Roma disebut Fortuna dan Yupiter. Bahkan di Yunani, China, Jepang, Tibet bisa ditemukan adat pemujaan terhadap dewi Madonna, jauh sebelum Yesus lahir!

Sampai pada abad ke-4 dan ke-5 Masehi, ketika dunia pagan (penyembah banyak dewa) Romawi menerima agama baru yang disebut “Kristen,” dengan membawa adat dan kepercayaan pagan mereka yang lama. Akibatnya kepercayaan kepada Dewi Madonna, Ibu dan Anak juga menjadi populer, terutama di waktu hari Natal. Di setiap musim Natal kita selalu mendengar lagu-lagu atau hymne: “Silent Night” atau “Holy Night” yang sangat akrab dengan tema pemujaan terhadap Ibu dan Anak.

Kita yang sejak lahir diwarnai oleh alam budaya Babilonia, telah diajarkan untuk mengagungkan dan memuliakan semua tradisi yang berasal dari jaman jahiliyah kuno itu. Kita tidak pernah bertanya untuk mengetahui dari manakah asal usul adat seperti itu – Apakah ia berasal dari ajaran Bible (Alkitab), ataukah ia berasal dari kepercayaan penyembah berhala yang sesat?

Kita terperangah seakan-akan tidak mau menerima kebenaran ini, karena seluruh dunia terlanjur telah melakukannya. Lebih aneh lagi, sebagian besar meremehkan dan mencemooh kebenaran ini. Namun Tuhan telah berfirman kepada para utusannya yang setia:

“Katakan dengan lantang,
dan jangan menghiraukan penghinaan mereka!
Kumandangkan suaramu seperti terompet!
Dan tunjukkan di depan umatKu tentang kesesatan mereka!”
Memang kenyataan ini sungguh sangat mengejutkan bagi mereka, meskipun ini adalah fakta sejarah dan berdasarkan kebenaran dari Bibel (Alkitab).

Natal adalah acara ritual yang berasal dari masa Babilonia kuno yang belum mengenal agama yang benar. Tradisi ini diwariskan puluhan abad yang lampau sampai kepada kita.

Di Mesir, ia dipercayai bahwa Dewi Isis (Dewi Langit) melahirkan anaknya yang tunggal pada tanggal 25 Desember. Hampir semua orang-orang penyembah berhala (paganis) di dunia waktu itu, merayakan ulang tahun (Natal) anak dewi Isis ini jauh sebelum kelahiran Yesus.

Dengan demikian, sudah jelas bagi kita bahwa 25 Desember itu bukanlah hari kelahiran Yesus Kristus. Para murid Yesus dan orang-orang Kristen abad pertama tidak pernah menyelenggarakan Natal, meskipun hanya sekali. Tidak ada ajaran atau pun perintah perayaan Natal di dalam Bibel. Sekali lagi, perayaan Natal atau Christmas itu adalah ulang tahun anak dewa yang dianut oleh para paganis, dan bukan dari ajaran Kristen. Percaya atau tidak, terserah anda!

Upacara ini berasal dari cara-cara pemujaan yang dikenal dengan “Chaldean Mysteries” (Misteri Kaldea) berasal dari ajaran Semiramis, isteri Nimrod. Kemudian adat ini dilestarikan oleh para penyembah berhala secara turun-temurun hingga sekarang dengan wajah baru yang disebut Kristen.

[To be Continued …]

Taipei, end Fall 2007


Responses

  1. Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
    Sungguh tak disangka 25 Desember adalah hari pemujaan untuk memperingati hari kelahiran seorang anak yang murtad.
    Betapa kagetnya bagi mereka yang mengetahui kebenaran ini, apalagi bagi mereka yang merayakan hari tersebut. Kalau hati mereka dibuka tentunya mereka akan berubah keyakinan dan meninggalkan apa yang selama ini mereka percayai. Sungguh ini merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk kita ketahui dan perlu kita sebarluaskan.
    Selanjutnya kami mohon kepada Pak Agus untuk memberikan informasi ini lebih lengkap.Kemudian karena masih dalam suasana lebaran tak lupa kami mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan selama ini.
    Wassalamu’alaikum.Wr.Wb.

  2. Aku tidak ingin ada kebencian diantara Muslim dan Kristen. Kalau dengan memberi tanggapan ini kita saling membenci, Aku minta maaf.

    Aku memang seorang Kristen🙂

    Buat kami, tgl 25 Desember tidak menjadi tanggal lahir Yesus. Kami merayakannya 1 Nov, 31 Nov( kalo ada), 5 Desember, bahkan 30 Januri, atau bulan Maret.

    Itu bukan hari suci.
    Setip hari adalah Natal kala hatinya dipenuhi sukacita sorgawi karena Tuhan Yesus lahir untuk menebus seluruh manusia dari dosa. Dia lahir untukku dan untukmu, Dia mati untukku dan untukmu, Dia begitu mengasihimu dan mengasihiku.

  3. Aku pernah diejek temanku, katanya Nabi Besar Muhamad SAW itu tidak lebih dari Gigolo Matrek (karena menikahi janda tua), Teroris Pembunuh, Playboy dungu (karena buta huruf), pembohong (siapa yang menjadi saksi bahwa dia menerima wahyu?) etc.

    Aku enjoy aja.. Aku tetap Islam..Islam juga tidak sama dengan Arab. Arab itu masa lalu. Islam banyak kelemahannya. Tapi aku tetap Islam.

  4. Wah, Lu Islam Liberal ya? Gua juga.. Aku lagi penasaran tentang penyusunan/kompilasi Al Quran yang dilakukan oleh generasi sesudah Muhamad.. Rasanya ada team khusus yang menyusun Al Quran, pasti bukan Muhamad, karena dia buta huruf.. Mana bisa dia menyusun Al Quran sampai terbentuk 6666 ayat?

    By the way, Allah SWT memang bebas memilih orang untuk menjadi NabiNya kan?

  5. @Rahman : Al-Qur’an datang dari Allah SWT bukan buatan Nabi Muhammad SAW… Ck.. ck.. ck.. marilah sama2 kita mencari hakikat Iman dan merasakan Indahnya iman baru berargumen.. Allahu’alam…

    @Habib : Islam is a perfect religion.. Islam adalah agama yang paling sempurna… No objection…

  6. Ass…

    Aku setuju dengan pendapat Rahman dan Habib. Kita harus mengadakan studi untuk meneliti secara alamiah, bagaimana proses terjadinya Al Quran. Al Quran tidak jatuh dari langit, kayak tai gajah aja.

    Al Quran itu wangsit yang diberikan oleh Allah Swt kepada Muhamad SAW di gua Hira (untuk pertama kalinya). Waktu itupun tidak ada saksi, kita harus menerima dengan iman. Selanjutnya, Nabi Besar seringkali meditasi, dan dapat ide, atau inspirasi, itulah wahyu selanjutnya. Kemudian baru dicatat oleh generasi berikut dan dicetak sebagai buku, betul gak?

    By the way, I love Muhamad, but I hate Muhamadiyah…

    from True Nahdliyin

    Saudari Siti Yth.

    1. Sebagai suatu ilmu, siapapun berhak untuk melakukan studi secara ilmiah tentang Al-Qur’an termasuk Saudara dan rekan2 saudara. Namun perlu diingat bahwa ada dalam menggali sumber-sumber ilmiah ini diperlukan sumber-sumber periwayatan yang terpercaya dan shahih. Hanya dalam Islam-lah dikenal mekanisme periwayatan ini.
    2. Dalam banyak kitab Shirah, Al-Qur’an diwahyukan. Wahyu ini disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Wahyu pertama diberikan saat beliau bertafakkur (bukan bersemedi untuk mendapatkan wangsit) di Gua Hira. Dalam kitab-kitab Allah baik injil, taurat telah disebutkan tentang kenabian Muhammad Ibn Abdullah yang akan membawa risalah Islam dengan kitabnya Al-qur’an. Penulisan firman-firman Allah SWT sudah dilakukan sejak Rasulullah SAW masih hidup. Namun penulisan Al-quran ini belum berwujud mushaf seperti sekarang ini, tapi dalam lembaran2 kulit daun dan kulit binatang. Dalam Al-qur’an telah dijawab oleh Allah SWT bahwa Al-qur’an diturunkan dan dipelihara oleh Allah.
    3. Bukankah sikap benci-membenci suatu kaum atau golongan ini adalah sikap kurang terpuji. Saudara bisa berkasih-sayang dengan orang2 berkeyakinan lain, namun mengapa saudara membenci Muhammadiyah yang ingin meneruskan risalah Islam. Semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada saudara.

  7. @rahman yang dirahmati Allah, memang Rasul buta huruf tapi beliau memiliki hapalan yang kuat, setiap wahyu yang turun mengenai ayat Al Quran, jibril sudah memberi tahu kepada Muhammad SAW ayat ini terletak di surat ke berapa ayat ke berapa. untuk lebih detailnya :

    http://www.eramuslim.com/ustadz/qrn/6614165707-metoda-penyusunan-ayat-surah-dalam-al-quran.htm

    @siti yang dimuliakan Allah, saudariku yang dirahmati Allah, sesungguhnya saudara saling mengingatkan, saya sering berjumpa dengan Nahdliyin, mereka hangat dalam kebersamaan, karena mereka menjaga hatinya “Qolbun Salim” hati mereka bebas dari kedengkian terhadap sesama muslim, Al Hasyr : 10…

    wallahua’lam….

  8. Saya tetap tidak setuju bahwa Al Quran diturunkan dari langit begitu saja. Al Quran merupakan kompilasi ayat2 yang diyakini pernah menjadi inspirasi batin Nabi Muhamad dalam tafakur, yang diseleksi kemudian oleh para pengikutnya.
    Ada penelitian yang menyebutkan bahwa jumlah insporasi yang didapat Nabi waktu tafakur sekitar 10.000 an, tapi kemudian yang disahkan sebagai ayat Al Quran memang 6666. Kita harus sadar, dalam hidup Nabi kita memang tidak memiliki kekuatan untuk membuat keajaiban apapun. Tapi memang Nabi ingin membaharui masyarakat jahiliyah pada waktu itu. Kita harus menyisihkan sholat kita untuk mendoakan Nabi Muhamad, agar beliau diampuni Allah Swt, untuk kekurangan2 yang ada dalam dirinya.

  9. tuk mbak siti…salamualaikum mbak…saya menghargai keinginan mbak tuk mengadakan diskusi secara ilmiah, dan insya allah islam amat terbuka kok untuk memperdebatkan masalah ke ilmiahan
    dan alhamdulilah dah banyak bgt hasil ilmiah yg baru di ketemukan sekarang ini pleh pakar ilmuwan barat maupun timur yg ternyata udah di beritakan oleh rasullah sejak ratusan th yg lalu dmn pengetahuan org2 masa itu blom bisa menganalisa kejadian2 yg terjadi saat ini dan kemudian insya allah klo mbak nya tertarik byk ihwan yg mengenal tokoh2 yg lbh mendalami masalah 2 yg mbak penasaran tuk mengetahuinya…jadi mbak g perlu emosi dan menuding pihak ato mengurangi martabat rasullah yg kita cintai ini dgn kata2 yg ga layak..dgn org yg lbh baik ilmunya insya allah mbaknya akan mendapatkan penjelasan sedetailnya ,afwan klo ada kata2 yg ga semestinya wasalam.

  10. asslmlkm wr.wb.
    buat mbak siti dan mas rahman… janganlah anda membenci salh satu aliran islam yg ada di indonesia… tanpa sesuatu yg jelas… kita ini semua umat islam harusnya bersatu demi menegakkan agama ALLAH SWT. biarpun muhamadiyah asalkan lurus dan gak melenceng dari syariat islam kan itu juga agma ALLAH….terkecuali ahmadiyah yg memang benar2 sudah murtad dari syariat islammm… keyy….

  11. buat koment topik di atas….

    sebetulnya memang dari dulu para pendeta tuh tau klo sebenarnya hai kelahiran yesus tuh tidak tanggal 25 desember. tapi yah… mau gimna lagi itu udah klaim/dogma dari katolik roma… mau gimna lagi… yg harus di kuduskan itu sebetulnya hari sabtu(sabat) nah.. itu… yesus aja mengkuduskan hari sabat kok…. dan tetang kapan kelahiran yesus itu tidak ada satu pun yg tau kapan dia lahirrr… dan masalah natal tidak pernah di singgung dalam al-kitab….

  12. saya tidak suka pada yesus karna yesus tidak bisa menolong saya.mau nolong gimana yesusnya juga nyangsang na salib.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: