Oleh: Abi Ananda Rasyid | Oktober 7, 2007

Taiwan: negara Typhoon


Sudah dua hari ini Taipei dirundung hujan sebagai bawaan dari typhoon (baca: badai, taifun) “Krosa”. Typhoon Krosa ini adalah typhoon ke-15 yang menyerang Taiwan dalam tahun 2007 ini atau typhoon kedua di bulan Ramadhan 1428 H Tercatat lebih dari 50 typhoon menyelimuti Taiwan selama 10 tahun terakhir ini. Bulan September lalu typhoon Wipha menyerang Taiwan 17-19 September, dan bulan Agustus typhoon Sepat juga sempat melintasi Taiwan. Berdasarkan pengalaman hidup di Taiwan selama 2 tahun ini, pemerintah selalu mengumumkan kepada publik jika akan ada strong typhoon akan melintasi Taiwan dua atau tiga hari sebelum typhoon menyerang Taiwan. Melalui badan meterologi-nya pemerintah Taiwan memberikan informasi pergerakan lintasan typhoon dan waktu-waktu kapan akan melintasi Taiwan (www.cwb.gov.tw). Bahkan saat typhoon Wipha lalu, kantor-kantor diliburkan termasuk sekolah-sekolah, dan pertokoan-pun ikut meliburkan diri. Kalau sudah begini, maka sudah biasanya harus membeli stok makanan selama typhoon melanda.Ada yang menarik dan perlu dipelajari dari kejadian alam ini. Pertama: pemerintah Taiwan sangat siap menyambut datangnya typhoon. Seperti kebanyakan badai, typhoon yang melanda Taiwan pun sangat potential menyebabkan kerusakan infrastruktur bahkan dapat merenggut jiwa. Namun dengan adanya SOP dalam early warning system yang dipantau melalui jaringan satelit, pemerintah telah menyiapkan segala sesuatu termasuk jika terjadi bencana yang besar. Sepengamatan selama ini, kebetulan kantor pelayanan listrik berada disebelah kampus, pihak PLN-Taiwan stand-by untuk mengantisipasi arus pendek. Tindakan preventif lainnya pun dilakukan oleh pihak-pihak lain seperti transportasi dan lain-lain.

 

Kedua: masyarakat dengan sadar dan paham terhadap apa yang harus dan apa yang tidak harus dilakukan selama typhoon. Pengalaman, pihak kampus telah memberikan peringatan dan instruksi untuk mencegah terjadinya kerusakan infrastruktur jauh hari sebelumnya. Dengan kesadaran ini, maka pemerintah menjadi lebih mudah jika melakukan evakuasi bisa terjadi bencana. Ketiga: dengan seringnya typhoon ini, maka peraturan-peraturan tentang keselamatan bangunan, jalan, lereng, dsb sudah mensyaratkan agar aman terhadap bahaya typhoon. Untuk itu pada kebanyakannya, bangunan gedung-gedung beratapkan pelat beton bukan atap genting atau sejenisnya seperti di tanah air Indonesia. Kerusakan terbesar akibat typhoon ini adalah pada insfrastuktur jalan di daerah pegunungan (lereng). Bahaya longsor akibat hujan yang dibawa selama typhoon terus membayangi. Nah, dengan inilah, pemerintah Taiwan melalui MOTC dan NCDR serta NSC instensif mengembangkan penelitian-penelitian berkaitan prediksi longsor kapan dan dimana terjadinya longsor. Early warning system masih terus dikembangkan dan diteliti seperti dilakukan dalam research group kami.

[Rainfall threshold chart untuk early warning yang dibuat research group kami]

Keempat: pembersihan kawasan setelah typhoon dilakukan dengan sangat cepat. Dari pengamatan, saat typhoon Krosa mulai mereda, pohon-pohon yang tumbang segera dibersikan dari jalan. Artinya, pihak pemerintah telah menyiapkan SOP untuk typhoon ini.


Responses

  1. Subhanallah…

    Allah memang adil.. coba kalo Indonesia yang negery taifun.. wah bisa gawat…????????😥

  2. Saya rasa badai kali ini adalah badai terbesar yg pernah saya temui selama saya berada di Tw….
    Wahhhh…… mengerikan banget….

  3. Sy merasakan dampaknya juga, Kyoto hujan seharian…Gimana P.agus kabarnya? Sukses selalu…

  4. Pak Ikhsan sudah di Kyoto ya? Kapan tiba di Kyoto? keluarga dibawa sekalian?
    Semoga studi lancar dan berkah Allah senantiasa. Keep in touch ya Pak.

    Abi Ananda-Rasyid, Taipei

  5. Saya baru saja pulang dari Taiwan tgl 12 September, kursus biotek di NTU. Gmana kabar NTU dan teman2 di Taiwan, saya hanya bisa berdoa semoga semuanya selamat..Amiin ya robbal ‘alamin.
    Oya, buat tman2di luar negri (Jepang dll), ada gak ya, kesempatan sekolah dalam bentuk sandwich (ada kuliah di indonesia, penelitian cuma setahun di luar negri), maklum anak masih kecil2, tapi semangat utk sekolah jg lagi menanjak nih (bidang ilmu saya plant breeding/biotechnology of agriculture)

  6. Assalamu’alaikum Wr.Wb semuanya

  7. Saya di Kyoto sejak 4 Oktober siang. Sementara sendiri, Insya Allah tahun depan keluarga akan sy bawa, mudah2an adaptasi sy sdh normal. Terima kasih P. Agus atas doanya…

    Untuk Bu Rani, kemarin sy ketemu teman di Kyoto (dari UGM juga) yang sedang sandwich. Beliau 2 tahun di Malaysia, 1 tahun di Jepang. Beasiswanya dari JICA. sekarang sepertinya diarahkan ke program sandwich. Sy lupa universitas di Indonesia yg ditunjuk untuk program ini.

  8. Pak Ikhsan semester lalu saya rencana sit-in di DPRI Kyoto. Tapi oleh Professor ditunda, insya Allah tahun depan saya usulkan lagi agar bisa sebagai research student fellow di DPRI Kyoto University. Kebetulan Professor saya pernah 3 bulan sabatical di Kyoto University. Semoga Professor mengijinkan ya, jadi bisa ketemu di Kyoto. Tahun lalu sempat ‘ngangsu kawaruh’ di Kagoshima University under Prof. Kitamura di Department Ocean Civil Engineering (OCE). Tapi kelihatannya dari beberapa kali pembicaraan, saya disuruh belajar Slope Management di University of Hong Kong dan GEO-Hong Kong semester depan, insya Allah.

    Jiao yo:

  9. terimakasih informasinya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: