Oleh: Abi Ananda Rasyid | Agustus 30, 2007

Safe and green slope


Greening Slope

Oleh-oleh Taiwan Geotechnical Society Conference: “Keep Our Slope Safe and Green”

Judul di atas merupakan inti dari yang disampaikan Ir. Albert Ho – Associate Director Ove Arup & Partners Hong Kong Ltd. – dalam keynote speech pada Taiwan Geotechnical Society Conference 29 – 31 Agustus 2007 di Hotel Le Midi, Chitou, Taiwan.

Tanah longsor merupakan kejadian alam yang melanda seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia. Sehingga hidup ditengah bencana alam sudah menjadi bagian hidup bangsa Indonesia. Namun sangat sedikit yang menyadarinya. Tragedi-tragedi tanah longsor di Indonesia seperti longsor Banjarnegara, longsor sampah di Bandung, longsor disertai banjir di Jember dan Morowali sudah semestinya menjadi pelajaran berharga buat pemerintah Indonesia, para ahli bencana alam dan seluruh anak bangsa Indonesia. Dalam penanganan tanah longsorr terdapat banyak cara untuk menanggulanginya atau mengurangi resiko bahaya longsor tersebut. Diantaranya yang pertama adalah cara aktif yaitu dengan memberikan suatu konstruksi untuk meningkatkan shear resistance terhadapa gaya-gaya longsor (driven forces). Pembuatan konstruksi konstruksi penahan tanah dari beton, pasangan batu, bronjong, shocrete, soil nailing, geo-anchor, perkuatan geosintetik adalah cara-cara yang lazim dilakukan.

Pembuatan konstruksi dari beton (shocrete, geo-anchor, retaining wall) atau pasangan batu kali memang membuat lereng menjadi terlihat kokoh – gagah – kuat. Namun jika pelaksanaan konstruksinya tidak memperhatikan aspek-aspek drainase air dibelakang konstruksi, maka hasilnya justru menjadi beban bagi tanah dan menghasilkan konstruksi yang tidak stabil. Pemanfaatan perkuatan geosintetik yaitu geogrid, disamping mampu meningkatkan perlawanan terhadap gaya-gaya longsor, juga lereng tampak tetap hijau. Jika dibandingkan dengan konstruksi dari beton, lereng akan berwarna abu-abu (gray) dan jika tengah hari terik justru membuat jalan raya semakin terasa panas bagi pengguna jalan. Membiarkan konstruksi lereng tetap hijau ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan secara alami adalah pilihan yang sudah harus dikembangkan.

Dewasa ini eco-engineering adalah pilihan yang tepat untuk mengatasi masalah lingkungan terlebih isu pemanasan global. Meniru sistem akar tanaman dan tumbuh-tumbuhan untuk memperkuat lereng sudah seharusnya dipelajari dengan teliti oleh para ahli. Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam Al-quran mensiratkan bahwa dalam penciptaan langit dan bumi terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi ulil ‘albab? Oleh karenanya mencari solusi dari alam adalah jawaban dari teknologi penanganan tanah longsor ini. Bagi ahli dibidang pertanian dan kehutanan, menjadi tantangan untuk mencari jenis tumbuhan yang sesuai untuk perkuatan lereng, dan bagaimana menanamnya yang baik. Bagi ahli geologi dan geoteknik menjadi tantangan untuk meneliti konstribusi akar-akar tumbuhan ini terhadap sistem perkuatan lereng. Oleh karena itu menjaga lereng tetap aman (safe) dan hijau (green)  adalah pilihan yang harus dipilih.

Chitou, 30 Agustus 2007

Chitou TGS

[Foto: TGSC 2007 @Shanlin chi, Chitou, Central Taiwan]


Responses

  1. Salam…

    Di Indonesia Safe and green Slope udah ada ya?

    Selamat berrrkarya pak.. semoga Ilmunya bermanfaat.. 🙂

  2. belum ada. baru mau diteliti.🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: