Oleh: Abi Ananda Rasyid | Agustus 23, 2007

Panca Indera


Mata

Mata

 Allah SWT telah menciptakan kita sebagai manusia dengan wujud yang sempurna. Ada kepala, badan, tangan, dan kaki. Kepala dibentuk dengan begitu baiknya hingga mampu melindungi otak didalamnya. Kepala diletakkan pada bagian palilng atas dari keseluruhan badan manusia. Pada kepala dipasangkan mata, hidung, mulut, telinga, dan rambut. Pernahkah kita berpikir jika kepala berada dibawah? Atau ditengah?

Mari kita merenungkan sejenak pemberian nikmat mata ini. Mata diberikan sejumlah dua, sebelah kiri dan kanan. Sempurna. Pernahkah dibayangkan jika mata berjumlah hanya satu? Coba tutuplah atau pejamkan salah satu mata. Lalu cobalah menulis. Kemudian cobalah lagi memejamkan salah satu mata lagi. Apa yang akan terjadi? Subhanallah.

Ya Allah, Engkau memang benar-benar Maha Pencipta Yang Maha Agung. Mata ini benar-benar sempurna, Engkau lengkapi dengan bola mata, ada bagian yang putih dan bagian yang hitam. Engkau berikan jaringan syaraf-syaraf dalam mata itu. Engkau lindungi bola mata dengan kelopak mata. Engkau lingdungi mata dengan bulu mata. Engkau lindungi mata dengan alis di atasnya. Engkau biarkan mata ini untuk berkedip. Engkau teteskan mata ini air. Semua itu Engkau berikan kepada kami.

Apa yang terjadi jika mata ini tidak lagi bisa berkedip, apa yang terjadi jikalau mata ini tidak bisa lagi meneteskan air mata, apa yang terjadi jika bola mata ini semuanya putih atau hitam? Sungguh …. keagungan ciptaan Allah ini adalah benar-benar sempurna. Tak ada yang menandingi-Nya.

Dari mata ini dunia bisa dinikmati. Dari mata ini iman bisa bertambah dan iman bisa berkurang. Dari mata ini bisa membuat kesholehan. Dari mata ini bisa menjerumuskan kepada kekafiran. Menjaga ‘mata’ akan menjaga hati. Menjaga hati akan menjadi pikir, menjaga pikir akan menjaga dzikir, menjaga dzikir membuahkan taqorub kepada Allah. Taqorub kepada Allah menjadi ciri orang-orang yang beriman.

Akan untuk apakah mata kita ini?

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya …” [QS. An-Nur (24) : 30-31]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: