Oleh: Abi Ananda Rasyid | Agustus 20, 2007

Potret-3


Becak

  

Ketika Asa itu Tak Lagi Ada

Membaca “Suara Akar Rumput” dalam www.kr.co.id 20 Agustus 2007, membuat hati ini menciut. Bagaimana tidak? Sebagai ‘single figther’ untuk penghidupan keluarga tentunya dampak rencana kenaikan 20% gaji pegawai pemerintah juga akan terasa. Sejak puluhan tahun silam, kalau ada kenaikan gaji sudah barang tentu harga-harga bahan pokok sudah meroket dan melangit lebih dulu. Setelah itu barulah dinaikan harganya setelah resmi kenaikan gaji diberlakukan. Bagi pegawai swasta seperti diriku ini, tentu saja tidak mungkin pihak yayasan menaikkan gaji semudah itu. Kekhawatiran tidak bisa menafkahi keluarga tentu saha terbayang-bayang. Sembilan tahun sudah bekerja sebagai dosen, walaupun gaji diawal, cukup untuk hidup seorang diri telah naik 5 kali sekarang ini. Namun himpitan hidup tak kunjung pergi juga. Coba kita renungkan, apa yang dirasakan oleh mereka yang tidak menentu pendapatannya:

RENCANA kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebesar 20 persen pada awal tahun 2008 mendatang, cukup meresahkan sebagian warga masyarakat. Terutama mereka yang bukan PNS. Pasalnya, kenaikan gaji tersebut biasanya memicu naiknya harga-harga kebutuhan pokok. Maka kehidupan masyarakat menjadi sangat terjepit.

***
 SURATIMAN (50), penarik becak yang biasa mangkal di Jl Diponegoro Yogyakarta mengatakan, kondisi saat ini saja sudah sangat sulit untuk mencari penghasilan. Apalagi jika PNS gajinya naik, tentu kondisi akan semakin sulit. ”Kalau benar-benar gaji PNS naik, kasihan penarik becak seperti saya atau orang-orang yang bukan PNS. Karena penghasilannya tidak ikut-ikutan naik, tapi terkena dampaknya, harga kebutuhan pokok naik, demikian pula harga-harga lainnya,” ucap Suratiman yang mengaku menghidupi 3 anak yang masih usia sekolah. Harga akan naik duluan.
Dirinya juga tidak mungkin ikut-ikutan menaikkan ongkos becak karena jelas malah menjadikan becaknya semakin tidak laku. Padahal jika harga-harga naik, hidupnya pasti makin sulit. ”Sekarang ini untuk memperoleh pendapatan bersih Rp 10 ribu sehari saja sulit. Duit makin tidak aji, tapi carinya sulit,” tuturnya. 

***

Sri Setiyani, pegawai swasta (35) juga mengatakan tidak setuju kenaikan gaji PNS. Karena otomatis membuat semua harga bahan kebutuhan ikut naik. Yang akan berdampak pada meningkatnya biaya kebutuhan belanja.
Sri yang tinggal di Jl Magelang ini juga tidak yakin, pemerintah akan menepati janji bahwa naiknya gaji PNS tak akan mempengaruhi naiknya harga. ”Janji pemerintah bahwa kenaikan gaji PNS tidak akan diikuti naiknya harga-harga itu kan hanyalah lagu lama,” timpalnya.
Ia berharap pemerintah bisa lebih bijaksana jika akan mengambil keputusan. Menurutnya, kalau kenaikan gaji PNS belum benar-benar diwujudkan, tidak perlu disosialisasikan secara dini, agar tidak memicu kenaikan harga.

***

Tri Supatmi (47) pedagang Sembako di pasar Kranggan mengatakan, meski rencana kenaikan gaji PNS belum terlalu berdampak pada harga di pasaran. Tapi sebagai pedagang dirinya tetap selektif dan memantau perkembangan harga. Pasalnya berdasarkan pengalaman ta-hun-tahun sebelumnya, setiap pemerintah mengumumkan kenaikan gaji PNS, selalu diikuti kenaikan harga Sembako. Akibatnya selain konsumen jadi lebih selektif dalam berbelanja, omset penjualan jadi berkurang. Oleh karena itu, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan sebelum kenaikan itu benar-benar dilaksanakan, sebaiknya pemerintah tidak mengumumkan terlebih dahulu. Sebab jika hal itu dilakukan pedagang dan rakyat kecil yang bukan PNS akan semakin menderita.
”Terus terang sebagai pedagang saya lebih senang jika harga Sembako di pasaran tetap stabil. Karena kenaikan tersebut hanya menguntungkan segelintir orang, sedangkan rakyat kecil akan semakin menderita. Jadi gaji PNS naik tidak masalah, asalkan pemerintah tetap menjaga kestabilan harga yang ada di pasaran,” tandasnya warga Bangirejo yang sudah 11 tahun menggantungkan hidup dari jualan Sembako itu penuh harap. 

***

Nastiti (57) ibu 3 putra yang tinggal di Jatimulyo RT 14 Tegalrejo menambahkan, walaupun penghasilannya sebagai istri pensiunan jadi bertambah. Tapi sebagai ibu rumah tangga dirinya tetap berharap agar pemerintah bisa mengendalikan harga yang ada di pasaran. Sebab jika hal itu tidak dilakukan, kenaikan gaji PNS yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, justru bisa menimbulkan persoalan baru bagi istri pegawai pensiunan seperti dirinya. Karena kenaikan harga Sembako tidak sebanding, dengan gaji yang diperoleh.
”Mungkin bagi PNS golongan atas, kenaikan gaji sebesar 20 persen tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan, karena jumlahnya cukup besar. Tapi bagi PNS pensiunan golongan kecil, jika tidak selektif dalam berbelanja, bisa-bisa tidak cukup. Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah perlu memberikan jaminan bahwa kenaikan itu tidak saja berdampak pada harga di pasaran,” ungkap nenek 3 cucu.  

Seolah tak ada lagi asa bagi mereka yang hidup dengan kemiskinan. Melangitnya harga-harga oleh pengusaha-pengusaha serakah semakin sulit untuk dijangkau. Buntutnya, anak-anak jauh dari pendidikan, jauh dari gizi, jauh dari kecerdasan, jauh dari sehat. “Kefakiran mereka akan lebih dekat dengan kekafiran”. Namun, kegundahan, keciutan hati, kegusaran pikiran, kekalutan jiwa kiranya perlu diobati dengan renungan ayat-ayat ini:

 إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Artinya: “Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” [QS. Adz-Dzarriyat (51): 58] 

 اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ

Artinya: “Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali)…” [QS. Ar-Ruum (30): 40]

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا

Artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya …” [QS. Hud (11): 6] 

Semoga nikmat Allah atas jasad ini masih bisa disyukuri untuk bekerja mengharap ridho-Nya.

Taipei, Summer 2007


Responses

  1. AsS…
    Subhanallah… A touching paper…
    Jadi ingat aya-ibu.. mereka PNS dengan gaji yang pas2an tapi mengupayakan supaya anaknya bisa sekolah…

    Ternyata walapn kami (maksudnya para PNS) sedikit senang dengan kenaikan gaji, malah banyak imbasnya.. Syukron atas tulisannya….

    Semoga kelimpahan reezeki (terutama iman) akan menjadi pegangan kita…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: