Oleh: Abi Ananda Rasyid | Juni 18, 2007

Pujian


Ketika Manusia ingin Dipuji dan Tidak Rela dipersalahkan ….

Alhamdulillahir roobil’alamin… Inilah awal dari bacaan wajib yang 17 kali dibaca dalam sehari. Bahwa ‘segala puji itu hanya bagi Allah Tuhan semesta alam’. Maka tidak ada pujian yang kita tujukan kecuali dan hanya kepada Allah SWT, karena Dia-lah Tuhan yang layak dipuji. Bagaimana dengan manusia?

Seringkali kita terjebak dalam hal-hal ringan yang berdampak terhadap noktah hitam dalam hati. Ketika orang mengkritik, menyalahkan pendapat, atau berseberangan pemikiran, hati kita meradang dan panas. Namun ketika orang mengelus dengan pujian atas pendapatnya, menyanjung atas kedudukannya, membenarkan pendapatnya, hati kita tersenyum manis menjadi hati yang berbunga-bunga dan merasa layak untuk dipuji. Inilah dua sikap kebalikan manusia dan sering saya alami sendiri … memang manusia itu makhkuk yang bodoh lagi zhalim.

Tidak sedikit, orang ingin terus disanjung, dipuji, diagungkan, dielu-elukan dalam hidup ini. Hidup dalam kritikan dirasakannya sebagai suatu kehinaan dan merendahkan martabat. Astaghfirullah …Kalau sudah seperti ini maka nafsu telah menjadi bagian dari hatinya. Penyakit ujub telah mengkotori hati. To be continued ….. 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: