Oleh: Abi Ananda Rasyid | Mei 22, 2007

Geotechnical-UMY


Mengenal Kelompok Keahlian Geoteknik dan Geo-Lingkungan UMY (Geotechnical and Geo-environmental Engineering Research Group – GERG)

Visi dan Misi

Kelompok Keahlian Geoteknik dan Geo-Lingkungan atau dikenal dengan GERG UMY secara rutin melakukan pengujian-pengujian lapangan dan laboratorium, penelitian dan memberikan pelayanan konsultasi tentang permasalahan geoteknik dan geo-lingkungan yang meliputi daya dukung tanah, fondasi, timbunan, stabilitas lereng, tanah dasar jalan, pemodelan, perbaikan tanah, pemanfaatan limbah, dan sebagainya. Dengan visinya “venturing the knowledge“, GERG UMY terus melakukan inovasi di bidang geoteknik dan geo-lingkungan.

Anggota

GERG UMY didukung oleh 4 orang tenaga ahli yang merupakan dosen pada Program Studi Teknik Sipil UMY. Bidang masing-masing tenaga ahli sebagai berikut ini:

  1. Ir. Anita Widianti, M.T. (Ir: UGM, M.T.: UGM) : Ketua GERG dengan bidang keahlian geosintetik dan perbaikan tanah.
  2. Agus Setyo Muntohar, S.T., ME.Sc. (S.T.: UGM, ME.Sc.: UM): dengan bidang keahlian geo-lingkungan. — Saat ini studi lanjut pada program Doktor (D.Eng) di NTUST, Taiwan dalam bidang instrumentasi dan monitoring lereng tanah tak-jenuh (unsaturated soils).
  3. Edi Hartono, S.T., M.T. (S.T.: UGM, M.T.: UGM) : Kepala Laboratorium Prodi Teknik Sipil UMY dengan bidang keahlian penyelidikan lapangan dan teknik fondasi.
  4. Willis Diana, S.T., M.T. (S.T.: UGM, M.T.: UGM) : dengan bidang keahlian teknik fondasi dan pemodelan geoteknik.

Bidang Kerja

 Bidang kerja yang dilakukan oleh GERG UMY adalah meliputi:

  1. perilaku makro dan mikro tanah
  2. stabilisasi tanah
  3. perkuatan tanah
  4. analisis dan perancangan fondasi
  5. teknik perbaikan tanah
  6. stabilitas lereng dan timbunan
  7. pemanfaatan limbah (geo-lingkungan)

Kedepannya GERG UMY tidak akan bisa berkembang jika hanya berkutat dalam lingkup geoteknik dan geo-lingkungan saja. Mengingat permasalahan tanah ini adalah sangat mendasar dalam bidang konstruksi, maka beberapa pengembangan kolaborasi dengan disiplin ilmu lainnya siap dilakukan antara lain:

  1. Geo-Transportasi: kolaborasi GERG dengan bidang Teknik Transportasi dan Teknik Jalan untuk pengembangan konstruksi tanah dasar dan bahan-bahan penyusunnya.
  2. Geo-Hidrologi: kolaborasi GERG dengan bidang Hidrologi yang diarahkan untuk pengembangan hidrologi pada lereng.
  3. Geo-mekatronik: kolaborasi GERG dengan Sistem Informasi, Elektronika dan Mekanikal untuk mengembangkan instrumentasi dan monitoring geoteknik.

Laboratorium

Laboratorium merupakan komponen pokok untuk keberlangsungan GERG. GERG memiliki Laboratorium Mekanika Tanah, Laboratorium Model Geoteknik, dan Laboratorium Lapangan.

 Lab GERG UMY

Sumber Dana

GERG UMY hingga tahun 2007 telah mendapatkan dana ratusan juta rupiah guna mendukung penelitiannya. Dana ini diperoleh dari pengujian lapangan (pelayanan konsultasi), dan penelitian yang didanai oleh UMY, Ditjen Dikti melalui Penelitian Dosen Muda, Hibah Bersaing dan kerjasama dengan universitas lain baik di dalam maupun luar negeri.

Pada tahun 2005-2007 GERG UMY menggarap Penelitian Hibah Bersaing dengan judul “Penggunaan Sampah Plastik dan Campuran Kapur-Abu Sekam Padi Untuk Bahan Embankment Jalan Raya”.

 Publikasi Ilmiah

 Berikut diberikan bebera artikel ilmiah (selected) yang telah dipublikasikan:

Muntohar, A.S., 2005, “The influence of molding water content and lime content on the strength of stabilized soil with lime and rice husk ash”, Jurnal Dimensi Teknik Sipil, Vol. 7 No. 1, Maret 2005, pp. 1-6.

Muntohar, A.S., 2004, “Penurunan konsolidasi embankment di atas tanah lempung lunak”, Jurnal Semesta Teknika, Vol. 7 No. 2, November 2004, pp. 111-125.

Basha, E.A., Hashim, R., and Muntohar, A.S., 2004, “Stabilization of clay and residual soils using cement – rice husk ash mixtures”, Jurnal Teknik Sipil, Vol. 5 No.1, Juni 2004, pp. 51-66.

Muntohar, A.S., 2004, Uses of RHA to Enhanced Lime-Stabilized Clay Soil, Naskah disajikan dalam International Conference on Geotechnical Engineering, 3-6 October 2004, Sharjah, United Arab Emirates.

Muntohar, A.S., 2003, Inclusion of randomly rubbish-fibre (RRF) as temporary embankment reinforcement, Konferensi Nasional Teknik Jalan Ke-6, 6-8 Oktober 2003, Jakarta.

Muntohar, A.S., dan Hashim, R., 2002, Silica waste utilization in ground improvement: A study of expansive soil treated with LRHA, The 4th International Conference on Environmental Geotechnics, 12-14 August 2002, Rio de Janeiro, Brazil.

Muntohar, A.S., 2002, “Utilization of uncontrolled-burnt of rice husk ash in soil improvement”, Jurnal Dimensi Teknik Sipil, Vol. 4 No. 2, 100-105.

Muntohar, A.S., 2000, “Evaluation of the usage of plastic sack rubbish as fabric in expansive embankment stabilization”, Jurnal Semesta Teknika, Vol.1 No. 4, pp. 1-10.

Hardwiyono, S, dan Widianti, A., 2004, “Pemanfaatan batu gamping keprus sebagai campuran agregat pada lapisan fondasi agregat kelas B”, Prosiding Simposium VII FSTPT, 11 September 2004, Bandung.

Setyawan, R.N., dan Widianti, A., 2004, “Pengaruh penambahan limbah karbit terhadap nilai parameter kuat geser tanah lempung”, Jurnal Semesta Teknika, Vol. 7 No.1, Mei 2004.

Abidin, Z., dan Widianti, A., 2002, “Pengaruh waktu pemeraman terhadap sifat fisis tanah lempung Ngramang dengan bahan tambah limbah karbit”, Jurnal Semesta Teknika, Vol. 5 No.3, Nopember 2002.

Widianti, A., 2002, “Pengaruh persentase dan gradasi pasir sungai terhadap perbaikan sifat tanah lempung (Studi kasus tanah lempung di Kasihan, Bantul)”, Jurnal Semesta Teknika, Vol. 5 No.2, Juli 2002.

Widianti, A., Suryolelono, K.B., dan Suhendro, B., 2002, “Pengaruh beban dinamis terhadap fungsi filter geotekstil yang diletakkan di atas subgrade struktur jalan”, Jurnal Media Teknik, No. 2 Tahun XXIV, Mei 2002.

Hantoro, G., dan Widianti, A., 1999, “Karakteristik agregat kasar dengan dilapisi mortar”, Jurnal Wahan Teknik, Vol. 1 No. 2, Agustus 1999.

Widianti, A., 1999, “Penggunaan geosintetik sebagai bahan drainase vertikal”, Jurnal Semesta Teknika, Vol.1 No. 1, Maret 1999.

 

[Ditulis dari Taipei]


Responses

  1. Subhanallah…
    Semakin tertarik sama geoteknik…!😉

    Semoga kedepannya.. Geotechnical di UMY semakin baik…

  2. Apik nih

  3. Assalamualaikum wr. wb.

    Salam kenal,
    Saya sedang menghadapi masalah timbunan diatas tanah gambut, sejak dilakukan penimbunan tahun 2006 sampai saat ini penurunan cukup besar (hampir 1 m). Apakah saran anda bila saya harus melakukan raising sekitar 0,5 s/d 1 m. Mohon masukannya.. terimakasih.

    Wassalamu’alaikum wr wb

  4. Mas Hardjanto Yth.

    Salam,
    Raising tidak banyak membantu mengatasi settlement pada tanah2 sangat lunak sekali seperti pada lahan gambut. Peninggian timbunan justru akan menambah tegangan pori dalam tanah dan menghasilkan settlement lagi. Seharusnya, sebelum konstruksi timbunan dimulai, dilakukan dulu preloading atau memakai teknologi geosintetik atau yang lainnya seperti PVD. Insya Allah, saya punya referensi yang akan saya posting dalam blog segera setelah saya selesai meresumenya.
    Saran saya: (1) Amati settlement rate dan pore pressure dissipation rate, (2) Buat korelasi antara tinggi timbunan dan rate of settlement/pore pressure dissipation.
    Jika Mas Hardjanto punya data, silahkan berbagi dengan saya agar bisa membantu menganalisisnya.
    Demikian
    Salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: