Oleh: Abi Ananda Rasyid | April 16, 2007

Alhamdulillah, sepeda itu


Beberapa hari sebelum sepeda itu “diminati” orang lain, aku ingin sekali mengambil fotonya. Tapi belum sempat difoto untuk dikenang, Alhamdulillah, sepeda itu sudah raib. Ceritanya begini, sepeda itu – mountain bike – hasil perburuan sepeda bekas di kampus yang memang sudah dinyatakan tak bertuan. Tradisi di kampus, kalau tiap semester pasti ada sepeda yang dibuang. Nah kerjaan kita-kita, mahasiswa Indonesia yang pas-pasan, munguti sepeda. Aku dapat satu sepeda yang masih cukup baik, warnanya biru, ban depan dan belakang masih baik, rem masih baik, pergantian gear masih baik juga. Yah … pokoknya beruntung nemu sepeda itu. Sebelumnya, aku sudah punya sepeda yang dibeli dari pasar loak dibawah jembatan Yong – He seminggu setelah sampai Taipei. Tapi sepeda lamaku ini sudah agak tidak nyaman. Yah … maklum sepeda bekas — murah lagi……Hari sabtu 7 April 2007 lalu jam 10 malam, aku ke Masjid Besar Taipei untuk membantu persiapan Tabligh Akbar Ustadz Yunahar Ilyas. Sepeda aku bawa masuk ke dalam lingkungan masjid — aku parkir di depan pintu masjid. Sayangnya lupa dikunci — karena rencananya hanya sebentar. Kira-kira satu jam setelah itu, temanku Dedi yang kuliah di NTUT bilang” : “Pak Agus, sepedanya dipakai orang ya kok nggak ada”. Aku jawab : “Mungkin saja Mas Dedi”. Kebetulan memang di masjid banyak teman-teman naker yang sedang sibuk persiapan untuk acara esok harinya. Ya…. berpositif thingking saja kalau sepedaku dipinjam untuk beli makanan atau apa.

Setelah sholat subuh, sepeda kutunggu tak kunjung datang ….. maka kesimpulanku adalah “Alhamdulillah, sepeda itu ada yang suka juga. Semoga bisa bermanfaat”. Iya …. kan, siapa tahu orang yang ambil sepeda itu buru-buru ke rumah sakit karena anaknya sakit, atau buru-buru beli obat, atau buru-buru perlu uang untuk beli pulsa telepon karena keluarga di rumah harus ditelepon. Alhamdulillah kalau sepeda itu bisa dimanfaatkan dengan baik. Sebagai informasi saja, di Taiwan ini kalau ada sepeda tidak dikunci memang biasanya diartikan sepeda itu dibuang alias tidak ada yang punya lagi.

Selamat tinggal sepedaku …. semoa engkau bermanfaat bagi orang lain yang mengambilnya.

Sepeda lamaku

Foto: Sepeda lamaku, setia menemani kemana pergi di Taipei


Responses

  1. Wah.. ternyata nggak hanya laptop ya pak yang diminati, sepeda juga🙂 yah semoga bermanfaat buat yang ngambil.

  2. sepeda yaa🙂

  3. Ass…
    SUBHANALLAH…
    memang kalo hidup dinikmati dengan sikap positif.. semuanya beres…….

  4. cerita yg menarik… simple tp sarat makna.
    apa kabar pak agus?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: