Oleh: Abi Ananda Rasyid | Maret 1, 2007

Infiltrasi Air Hujan


Ketika musim hujan tiba, tentunya inilah rahmat yang dianugerahkan Allah SWT kepada bumi dan seisinya. Sebagaimana firman-Nya :

Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran” (Al-Qur’an Surah Al-A’raf [7]: 57)

Subhanallah, inilah keagungan Allah SWT dengan menurunkan hujan maka daerah yang tandus menjadi tanah yang memberikan hasil buah-buahan. Namun disatu sisi, perhatikan pula Surah Al-An’am (6) ayat 6 :

Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu), telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain”

Memperhatikan ayat-ayat Allah SWT tersebut, bahwa (1) hujan dapat menghidupkan tanah tandus (baca: kering) , (2) hujan yang lebat menyebabkan aliran sungai di bawah. Pertanyaan kita adalah bagaimana hujan tersebut bisa menyebabkan kedua hal tersebut.

Dalam bidang landslide hazard, air hujan dapat masuk ke bawah permukaan tanah secara gravitasi yang sering disebut infiltrasi (infiltration). Infiltrasi air hujan ini akan dipengaruhi oleh karakteristik tanahnya. Perhatikan short video berikut (diambil sewaktu sebagai Research Student di Kagoshima University):

Video-1 dan Video-2

Pada penelitian sederhana tersebut, hujan dengan intensitas besar (lebat) dan kecil disimulasikan disatas dua jenis tanah yang berbeda yaitu tanah lempung (clay) dan pasir (Shirasu sand). Pada video-1, simulasi dengan hujan lebat dimana air hujan dengan cepat merembes ke dalam tanah pada tanah berpasir (sebelah kanan — warna coklat tua) dibandingkan pada tanah berpasir. Namun sebaliknya pada hujan dengan intensitas kecil (video-2). Aliran air yang cepat pada lapisan tanah pasir ini dapat membuat aliran-aliran didalam bawah tanah. Bila lapisan tanah pasir berada diantara lapisan tanah lempung, maka akan terbentuklah aquifer, yang dalam surah Al-An’am : 6 disebutkan sebagai “sungai yang mengalir dibawahnya” (yaitu: tanah) :

وَجْعَلَْنا الاَ نَْهَرَ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهِم

Artinya sungai-sungai dibawah tanah akan terjadi bila hujan lebat dan ini sesuai dengan fenomena yang dihasilkan dari penelitian. Jika diperhatikan lebih lanjut, bahwa hujan lebat dapat menyebabkan terjadi aliran permukaan dan menimbulkan aliran-aliran sungai (gully) pada tanah-tanah lempung karena infiltrasi air ke dalam tanah sangat lambat. Boleh jadi aliran permukaan ini menjadikan erosi dan “banjir” yang sangat besar yang sebagai akibatnya adalah tanah longsor dan banjir di hilir.

Sungguh benar Allah dengan segala firman-firman-Nya. Al-qur’an telah memberitahukan kepada manusia tentang adanya aliran sungai di dalam tanah lebih 1400 tahun yang lalu. Dimana teknologi baru bisa mengetahui adanya aliran sungai bawah tanah ini setelah ditemukannya teknologi bor inti atau sonar dan sejenisnya. Islam telah memberitahukan ilmu bagi ummat manusia yang menggunakan akal dan pikirannya.

Waallu’alam bi showab.

Taipei, 1 Maret 2007


Responses

  1. Mungkin perlu dikoreksi perbandingan nya: (Kok pasir Vs Pasir)🙂

    “… Pada video-1, simulasi dengan hujan lebat dimana air hujan dengan cepat merembes ke dalam tanah pada tanah berpasir (sebelah kanan — warna coklat tua) dibandingkan pada tanah berpasir …”

    -salam

  2. kalo bisa bahas juga tentang alat ukur infiltrasi, operasionalnya dan pengukurannya….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: