Oleh: Abi Ananda Rasyid | Januari 20, 2007

Sandal kamar mandi


Sandal kamar mandi

Ketika pertama kali aku meletakkan sandal itu di kamar mandi, ia masih berwarna putih tanpa noda. Maklumlah, kamar mandi adalah salah satu tempat yang biasanya kurang bersih dan tidak banyak yang memperhatikannya kecuali di hotel berbintang yang memiliki kamar mandi yang lebih nyaman dari dorm-3-ku. Sandal kamar mandi itu sangat bermanfaat buat teman-temanku yang sering keluar masuk untuk berwudhu agar kaki-kaki setelah selesai wudhu tidak terkenan najis.

Itulah alas kaki yang telah membantuku menjaga kesucian badan setelah wudhu. Namun, akupun tidak terlalu memperhatikan sandal itu. Lama-kelamaan iapun berubah mulai ada setitik noda coklat. Akupun cuek bebek, tidak terlalu risau dengan sandal itu dan juga teman-teman sekamarku. Makin lama, noda coklat berubah menjadi noda hitam, dan makin hari noda-noda itu bertambah banyak dan menyebabkan sandalku tidak lagi putih. Ia sudah tertutup jamur yang menyebabkan noda hitam. Aku berusaha membersihakannya dengan sikat. Namun tidak bisa bersih. Akupun mencari sikat yang kasar, dan mulai membersihkannya. Alhamdulillah, hanya bisa membuatnya tampak tidak terlalu hitam. Akhirnya akupun harus rutin menyikat sandal itu agar tidak terlalu kotor, hampir tiap hari sebelum aku mandi. Akupu mulai menyesali, kenapa tidak dari dulu aku rawat sandal itu agar tampak bersih.
Sahabat,

Apa yang bisa kita ambil dari sekelumit pengalaman di atas? Kalau kita misalkan sandal yang tadinya putih adalah hati kita yang dimana ada iman didalamnya. Lalu karena kita cuek dengan iman kita, tidak pernah diperhatikan maka lamban laun seiring dengan waktu hati ini akan ternoda. Untuk membersihkan hati yang ternoda ini ternyata tidaklah mudah. Seperti sandal kamar mandi tadi. Kitapun harus mencari sikat yang kasar untuk bisa membersihkannya. Al-hasil, iapun tidak bisa bersih seperti semula.

Memperhatikan apa-apa yang kita perbuat sehari-hari adalah untuk menjaga hati ini agar tidak ternoda. Mulai dari apa-apa yang kita makan hingga hal-hal lainnya. Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur’an surah ke-80 ayat ke-24 :

فلين الإ نس إلى طعا مه

maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya

Inilah usaha kita untuk menjaga hati agar tetap bersih. Mulai dari menjaga apa-apa yang kita makan. Semoga Allah SWT menuntun hati ini menjadi hati yang bersih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: