jump to navigation

Tabligh Mei 25, 2007

Posted by Abi Ananda Rasyid in Perjalanan Dakwah.
add a comment

Tabligh Akbar Ustadz Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A. di Taipei, Taiwan

Pada hari Ahad 8 April 2007 Ketua PP Muhammadiyah yang juga Dekan Fakuktas Agama Islam UMY, Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A., memberikan taushiyah dihadapan kurang lebih seribu masyarakat muslim Indonesia di Taipei. Beliau diundang ke
Taipei oleh Keluarga Muslim Indonesia di Taiwan yang dikoordinasikan oleh Agus Setyo Muntohar, S.T., M.E.Sc., yang juga dosen Jurusan Teknik Sipil UMY yang sedang tugas belajar di NTUST, Taipei.

Sebelum tabligh di Da’an Park, pada hari Jumat, 6 April 2007 dilakukan silahturahmi dengan Chinese Muslim Association (CMA) di Masjid Besar Taipei (Taipei Grand Mosque) yang juga sebagai Taipei Islamic Center. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI), Bpk. Nawolo dan perwakilan mahasiswa muslim Indonesia yang tengah belajar di
Taipei. Pihak CMA diwakili oleh Imam Masjid Muhammad Yunus (Yunus – Ma) yang merupakan lulusan Universitas Islam Madinah – yang juga sebagai sahabat dari Ketua MPR-RI saat ini. Pertemuan menggunakan multi bahasa yaitu Arab, Inggris, dan
Indonesia. Dalam pembicaraan tersebut, diharapkan pihak Indonesia dalam hal ini PP Muhammadiyah terus meningkatkan kerjasama dalam pembinaan jammah di
Taiwan secara rutin. Kemudian pihak CMA menyebutkan agar ditahun-tahun mendatang semakin banyak mahasiswa Indonesia yang belajar ke
Taiwan untuk mengambil doktor. Disampaikan pula pihak CMA akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah Taiwan jika ada mahasiswa muslim Indonesia yang ingin belajar secara sungguh-sungguh dan berdakwah di
Taiwan melalui beasiswa DPU. Pihak CMA menyebutkan bahwa salah satu wakil ketua dalam organisasi Democratic Pacific Union (DPU) adalah dari CMA. Untuk itu, pihak CMA meminta mahasiswa muslim Indonesia di Taiwan dapat mengkoordinaskan hal ini.

Foto 1: Suasana silaturahmi dengan CMA 

Selanjutnya, pada hari Sabtu 7 April 2007, Dr. Yunahar Ilyas memberikan kajian tafsir Al-Qur’an pada pagi hari setelah sholat subuh di Masjid Kultural
Taipei. Kemudian pada malam harinya, setelah sholat isya’, dilanjutkan dengan kajian ibadah. Metodologi ibadah ini sangat penting mengingat ini adalah fundamental dari ajaran islam. Kajian ini disiarkan live melalui radio streaming Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan (FORMMIT) di
http://formmit.homedns.org:8000/listen.pls. Radio streaming ini cukup berbekal computer laptop dan audio (microphone dan speaker), Alhamdulillah, dapat didengar luas oleh masyarakat muslim Indonesia di Jepang, Hongkong, Jerman, dan Amerika Serikat.

 

Foto 2: Suasana kajian live radio-streaming FORMMIT di Masjid Kultural
Taipei (Foto: Saiful – President FORMMIT pertama, Ust. Yunahar (tengah), Agus S.M. (Dosen UMY di Taipei)

Tabligh disampaikan di Da’an Forest Park, atau lebih sering disebut Da’an Park (baca: ta-an). Ustadz Yunahar menyampaikan pentingnya tawakkal dan ibadah dengan benar dalam kehidupan ini.

Foto 3: Tabligh di Da’an Park,
Taipei

Tanah Longsor Mei 22, 2007

Posted by Abi Ananda Rasyid in Geoteknik & Geo-Hazards.
4 comments

Lereng Longsor: Bisakah di’ramal’kan terjadinya?

Kejadian tanah longsor pada lereng-lereng bukit baik dipegunungan atau dekat pemukiman padat manusia sering kali terjadi. Hampir 90% peristiwa longsor ini terjadi saat musim hujan atau hujan tiba. Di Taiwan sendiri, sudah bisa dipastikan setiap taifun selalu membawa hujan yang sangat lebat bisa mencapai lebih dari 1000 mm. Inilah kejadian alam. Pada kebanyakan ahli geologi, geografi, geoteknik seringkali memfokuskan pada kasus-kasus tanah longsor. Kemudian meneliti dan mendapatkan kesimpulan. Namun tidak pernah belajar dari kasus lereng yang tidak longsor. Tentunya kita bertanya, mengapa lereng yang ini longsor sedangkan yang itu tidak longsor? Bisakah tanah longsor ini diperkirakan kapan terjadinya.

Cukup sulit memperkirakan kapan persisnya suatu lereng akan longsor, karena ini adalah kejadian alam. Dan alam ini ada yang mengaturnya, yaitu Allah SWT. Dan tidak pernah ada yang tahu dengan pasti kehendak Allah SWT. Sebagai ahli geoteknik, dalam kapasitasnya sebagai manusia tentu saja segala daya dan upaya dikerahkan untuk mengetahui tanda-tanda longsronya tanah. Instrumentasi dan monitoring adalah salah satu teknik yang sangat memungkinkan untuk memperkirakan kapan, dimana, dan berapa luas area longsor. Sewaktu diberi kesempatan belajar di Department of Ocean Civil Engineering Kagoshima University Jepang, teknologi instrumentasi ini sedemikian rapi dan modern. Demikian pula di Taiwan, yang sedang diteliti dan dikembangkan oleh research group saya ini.

Rain stationTensiometer
[Instrumentasi stasiun hujan(atas), tensiometer dan TDR (bawah) di Kagoshima Jepang oleh Prof. Ryosuke Kitamura]

Pada research group saya, sebagai tahap awal telah dipasang instrument untuk mengukur curah hujan disepanjang jalan di lereng-lereng Mount Ali (Ali-shan). Data hujan ini tercatat setiap 10 menit dalam data-logger yang selanjutnya dikirim melalui sistem telepon seluler ke server di laboratorium. Selanjutnya data hujan bisa diolah. Kombinasi data hujan dan data-data geologi dan geoteknik lereng, akan dapat dihitung stabilitas lereng. Memang asyik bisa menjadi ‘peramal’ terjadinya longsor. Salah satu contoh hasil analisis adalah analisis pada studi kasus longsor di Hongkong untuk verifikasi model yang dibuat di Taiwan.

Hongkong case
[Hasil analisis pada kasus longsor Tung Chung slope di Hongkong pada 11 Juni 2001]

Dari hasil analisis diketahui bahwa lereng longsor pada 11 Juni 2001 jam 09.00 pagi atau 2-3 jam sebelum intensitas hujam puncak. Dimana terjadi? — dari gambar dapat diketahui bahwa longsor terjadi pada lokasi SP8 ketika intensitas hujan 20 mm per jam. Berapa tebal tanah yang longsor? — mudah juga diketahui, yaitu hingga 40 cm. Lumayan luas juga dan berbahaya kalau lereng ini cukup tinggi, kecepatan luncurnya bisa besar. Apalagi 2 jam setelah itu hujan masih berlangsung. Saat ini, sedang dibuat suatu monograf sebagai cara sederhana untuk mengevaluasi lereng-lereng di seluruh dunia apakah potensi longsor atau tidak.

Kapan ya Indonesia bisa menggunakan sistem instrumentasi dan monitoring ini?

[Disarikan dari naskah yang sedang disiapkan untuk dipublikasikan pada Journal of Hydrology dan Journal Enironmental Geology]

Muroqobah Mei 22, 2007

Posted by Abi Ananda Rasyid in Tamasya Hati.
add a comment

Bersiap-siaga

Sewaktu silahturahim ke Tainan minggu lalu, saya tertarik dengan satu ayat dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ  

“Hai, orang-orang yang beriman bersabarlah dan tetaplah bersabar dan bersiap-siagalah dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung” [QS. Al-Imron: 200]

 Subhanallah, menarik sekali ayat ini jika direnungkan dengan dalam dan ditengah kesunyian malam. Hanya orang-orang yang berimanlah yang dipanggil Allah untuk bersabar, kemudian tetap bersabar, bersiap-siaga dan bertaqwa agar mendapatkan keuntungan. Sungguh suatu rangkaian yang indah, pada kebanyakan ayat dalam Al-Qur’an memang selalu diperintahkan untuk bersabar dalam segala hal. Namun ayat ini memerintahakn kita hamba-Nya untuk ‘robithu‘.

Kita, hamba-Nya, didunia ini ibaratkan seorang pedagang. Di pagi hari sudah bersiap dengan perdagangannya, menentukan suatu target dan syarat-syarat perdagangan. Terkadang antara akal dan hati ini tidak pernah berkesesuaian dalam mencapai target. Untuklah perlu ditetapkan suatu persyaratan akal dan hati menuju perdagangan yang sesuai dengan apa-apa yang diperintahkan-Nya. Sungguh, bila perdagangan dengan Allah ini akan memberikan keuntungan yang tidak bisa dihitung-hitung dengan apa pun. Ketika pulang di petang harinya, layaknya seorang pedagang sudah seharusnya menghitung-hitung kembali perdagangannya hari itu. Inilah proses yang sudah semestinya dilakukan.

Konsekuensi dari robithu – murobathah, adalah muroqobah (pengawasan) dan muhasabah (penghitungan). Seperti apakah muroqobah ini? Tentunya kita teringat akan sebuah kisah dimana seorang Kyai sangat hormat kepada murid termudanya. Sikap sang Kyai ini di’protes’ oleh para santri seniornya, “Wahai Kyai kami, mengapa engkau begitu hormat kepada dia padahal dia lebih muda dari kami”". Sang Kyai tidak lantas menjawabnya, ia memberikan masing-masing santrinya seekor ayam dan sebilah pisau tajam. Para santripun penuh tanda tanya. Sang Kyai memerintahkan, “Potonglah ayam itu tapi jangan sampai terlihat oleh siapapun”. Maka santri-santripun melaksanakan perintah Kyai, ada yang bersembunyi di kebun, bersembunyi dibalik dinding, dana dimana-mana tempat yang tidak terlihat orang. Kemudian masing-masing santri ini menghadap satu per satu ke Kyai sambil membawa ayam yang telah terpotong urat lehernya denngan perasaan senang telah menunaikan perintah Kyai yang dihormatinya. Kecuali santri yang muda, sang Kyai bertanya, “Wahai santriku, mengapa belum juga engkau tunaikan perintahku, tidakkah engkau mendengarkannya?”. Santri muda inipun menjawab, “Wahai Kyaiku yang aku hormati, sungguh aku dengar dan paham perintahmu, tapi bagaimana aku bisa memotong ayam ini tanpa bisa dilihat oleh siapapun karena Allah selalu melihatku”.

Demikianlah mengapa sang Kyai begitu menghormati santri muda itu. Sikap muroqobatillah ini telah melekat betul dihatinya dan diamalkannya. Subhanallah, akupun belum bisa seperti ini.

Dalam suatu hadits oleh Imam Muslim, Rasulullah ditanya oleh seorang (sebenarnya Malaikat Jibril), “fa akhbirni-i an al-ihsani, qoola: an ta’buda Allah ka-annaka taroohu…”. Hadits ini sangat populer ditelinga kita, bahkan diriku. Namun sangat sedikit sekali bisa menerapkannya.

Andai kutahu …
hidup ini lebih baik
tak ada manipulasi
tanpa korupsi

[Ditulis dari Taipei]

Tausyiah Tainan

[Foto: Masjid Tainan, Taiwan]

Rice Husk Ash Mei 22, 2007

Posted by Abi Ananda Rasyid in Geoteknik & Geo-Hazards.
7 comments

Tahukah Kita: Abu Sekam Padi dalam Geoteknik

Tahun 2002 yang lalu tepatnya 11-15 Agustus 2002, satu artikel berjudul “Silica waste utilization in ground improvement: A study of expansive soil treated with LRHA” menghiasi poster session di Rio de Janeiro, Brazil dalam rangka 4th International Conference on Environmental Geotechnics.

Ternyata abu sekam padi ini sangat kaya akan silica (Si) yang dalam oksidanya dikenal dengan silica dioxide. Sebenarnya penggunaan silica dalam dunia konstruksi khususnya teknologi beton sudah mulai dipakai sebagai bahan tambah. Hebatnya silica yang dari abu sekam padi ini tidak kalah dengan silica fume yang harganya cukup tinggi. Namun sayangnya, pertumbuhan tanaman padi dewasa ini telah berganti dengan pertumbuhan beton dan bata. Sehingga prospek usaha untuk pengembangan silica dari abu sekam padi akan semakin suram.

 Dari penelitian yang dilakukan secara intensif sejak tahun 1997 hingga 2005, didapat kesimpulan akhir bahwa abu sekam padi ini sangat potensial digunakan dalam bidang geoteknik terutama untuk perbaikan tanah. Dengan sedikit memberikan sentuhan iptek pada proses pembakaran, kandungan silica yang dihasilkan dapat mencapai diatas 90%. Sunggung nilai yang fantastis bukan. Dari catatan, 1995-2001, produksi sekam padi di Indonesia adalah bisa mencapai 4 juta ton per tahunnya. Berarti abu sekam yang dihasilkan 400 ribu ton per tahun. Inikan bisa menjadi nilai bagi para petani padi, jika ia tahu akan manfaatnya. Pernah, di tahun 2003 salah satu perusahaan di US memberikan tawaran untuk memproduksi silica dari abu sekam padi ini. Namun, maklumlah pola pikir dosen tidak bisa langsung dalam hitungan bisnis. Maka hilanglah kesempatan untuk meraup rezeki.

Untuk menghasilkan silica yang berkualitas, tidak bisa sembarangan membakar sekam padi. Sewaktu menempuh program Master, diperlukan berbulan-bulan untuk menghasilkan cara yang mudah dan murah untuk mendapatkan silica dari abu sekam padi. Ingat, kita perlu cara mudah dan murah …. ya karena kita bangsa yang miskin. Namun, sayangnya cara yang didapat berbulan-bulan ini tidak sempat ditularkan kepada masyarakat atau industri. Mau tahu caranya … silahkan untuk mendanai untuk pembuatan alatnya. Insya Allah, GERG UMY siap ….

Semoga bermanfaat.

(cf. Muntohar, A.S., and Hashim, R., 2002, “Silica waste utilization in ground improvement: A study of expansive soil treated with LRHA”, 4th International Conference on Environmental Geotechnics (ICEG), 11-15 August, Rio de Janeiro, Brazil) — Poster 4-ICEG (click)

Geotechnical-UMY Mei 22, 2007

Posted by Abi Ananda Rasyid in Seputar Dunia Akademis.
4 comments

Mengenal Kelompok Keahlian Geoteknik dan Geo-Lingkungan UMY (Geotechnical and Geo-environmental Engineering Research Group – GERG)

Visi dan Misi

Kelompok Keahlian Geoteknik dan Geo-Lingkungan atau dikenal dengan GERG UMY secara rutin melakukan pengujian-pengujian lapangan dan laboratorium, penelitian dan memberikan pelayanan konsultasi tentang permasalahan geoteknik dan geo-lingkungan yang meliputi daya dukung tanah, fondasi, timbunan, stabilitas lereng, tanah dasar jalan, pemodelan, perbaikan tanah, pemanfaatan limbah, dan sebagainya. Dengan visinya “venturing the knowledge“, GERG UMY terus melakukan inovasi di bidang geoteknik dan geo-lingkungan.

Anggota

GERG UMY didukung oleh 4 orang tenaga ahli yang merupakan dosen pada Program Studi Teknik Sipil UMY. Bidang masing-masing tenaga ahli sebagai berikut ini:

  1. Ir. Anita Widianti, M.T. (Ir: UGM, M.T.: UGM) : Ketua GERG dengan bidang keahlian geosintetik dan perbaikan tanah.
  2. Agus Setyo Muntohar, S.T., ME.Sc. (S.T.: UGM, ME.Sc.: UM): dengan bidang keahlian geo-lingkungan. — Saat ini studi lanjut pada program Doktor (D.Eng) di NTUST, Taiwan dalam bidang instrumentasi dan monitoring lereng tanah tak-jenuh (unsaturated soils).
  3. Edi Hartono, S.T., M.T. (S.T.: UGM, M.T.: UGM) : Kepala Laboratorium Prodi Teknik Sipil UMY dengan bidang keahlian penyelidikan lapangan dan teknik fondasi.
  4. Willis Diana, S.T., M.T. (S.T.: UGM, M.T.: UGM) : dengan bidang keahlian teknik fondasi dan pemodelan geoteknik.

Bidang Kerja

 Bidang kerja yang dilakukan oleh GERG UMY adalah meliputi:

  1. perilaku makro dan mikro tanah
  2. stabilisasi tanah
  3. perkuatan tanah
  4. analisis dan perancangan fondasi
  5. teknik perbaikan tanah
  6. stabilitas lereng dan timbunan
  7. pemanfaatan limbah (geo-lingkungan)

Kedepannya GERG UMY tidak akan bisa berkembang jika hanya berkutat dalam lingkup geoteknik dan geo-lingkungan saja. Mengingat permasalahan tanah ini adalah sangat mendasar dalam bidang konstruksi, maka beberapa pengembangan kolaborasi dengan disiplin ilmu lainnya siap dilakukan antara lain:

  1. Geo-Transportasi: kolaborasi GERG dengan bidang Teknik Transportasi dan Teknik Jalan untuk pengembangan konstruksi tanah dasar dan bahan-bahan penyusunnya.
  2. Geo-Hidrologi: kolaborasi GERG dengan bidang Hidrologi yang diarahkan untuk pengembangan hidrologi pada lereng.
  3. Geo-mekatronik: kolaborasi GERG dengan Sistem Informasi, Elektronika dan Mekanikal untuk mengembangkan instrumentasi dan monitoring geoteknik.

Laboratorium

Laboratorium merupakan komponen pokok untuk keberlangsungan GERG. GERG memiliki Laboratorium Mekanika Tanah, Laboratorium Model Geoteknik, dan Laboratorium Lapangan.

 Lab GERG UMY

Sumber Dana

GERG UMY hingga tahun 2007 telah mendapatkan dana ratusan juta rupiah guna mendukung penelitiannya. Dana ini diperoleh dari pengujian lapangan (pelayanan konsultasi), dan penelitian yang didanai oleh UMY, Ditjen Dikti melalui Penelitian Dosen Muda, Hibah Bersaing dan kerjasama dengan universitas lain baik di dalam maupun luar negeri.

Pada tahun 2005-2007 GERG UMY menggarap Penelitian Hibah Bersaing dengan judul “Penggunaan Sampah Plastik dan Campuran Kapur-Abu Sekam Padi Untuk Bahan Embankment Jalan Raya”.

 Publikasi Ilmiah

 Berikut diberikan bebera artikel ilmiah (selected) yang telah dipublikasikan:

Muntohar, A.S., 2005, “The influence of molding water content and lime content on the strength of stabilized soil with lime and rice husk ash”, Jurnal Dimensi Teknik Sipil, Vol. 7 No. 1, Maret 2005, pp. 1-6.

Muntohar, A.S., 2004, “Penurunan konsolidasi embankment di atas tanah lempung lunak”, Jurnal Semesta Teknika, Vol. 7 No. 2, November 2004, pp. 111-125.

Basha, E.A., Hashim, R., and Muntohar, A.S., 2004, “Stabilization of clay and residual soils using cement – rice husk ash mixtures”, Jurnal Teknik Sipil, Vol. 5 No.1, Juni 2004, pp. 51-66.

Muntohar, A.S., 2004, Uses of RHA to Enhanced Lime-Stabilized Clay Soil, Naskah disajikan dalam International Conference on Geotechnical Engineering, 3-6 October 2004, Sharjah, United Arab Emirates.

Muntohar, A.S., 2003, Inclusion of randomly rubbish-fibre (RRF) as temporary embankment reinforcement, Konferensi Nasional Teknik Jalan Ke-6, 6-8 Oktober 2003, Jakarta.

Muntohar, A.S., dan Hashim, R., 2002, Silica waste utilization in ground improvement: A study of expansive soil treated with LRHA, The 4th International Conference on Environmental Geotechnics, 12-14 August 2002, Rio de Janeiro, Brazil.

Muntohar, A.S., 2002, “Utilization of uncontrolled-burnt of rice husk ash in soil improvement”, Jurnal Dimensi Teknik Sipil, Vol. 4 No. 2, 100-105.

Muntohar, A.S., 2000, “Evaluation of the usage of plastic sack rubbish as fabric in expansive embankment stabilization”, Jurnal Semesta Teknika, Vol.1 No. 4, pp. 1-10.

Hardwiyono, S, dan Widianti, A., 2004, “Pemanfaatan batu gamping keprus sebagai campuran agregat pada lapisan fondasi agregat kelas B”, Prosiding Simposium VII FSTPT, 11 September 2004, Bandung.

Setyawan, R.N., dan Widianti, A., 2004, “Pengaruh penambahan limbah karbit terhadap nilai parameter kuat geser tanah lempung”, Jurnal Semesta Teknika, Vol. 7 No.1, Mei 2004.

Abidin, Z., dan Widianti, A., 2002, “Pengaruh waktu pemeraman terhadap sifat fisis tanah lempung Ngramang dengan bahan tambah limbah karbit”, Jurnal Semesta Teknika, Vol. 5 No.3, Nopember 2002.

Widianti, A., 2002, “Pengaruh persentase dan gradasi pasir sungai terhadap perbaikan sifat tanah lempung (Studi kasus tanah lempung di Kasihan, Bantul)”, Jurnal Semesta Teknika, Vol. 5 No.2, Juli 2002.

Widianti, A., Suryolelono, K.B., dan Suhendro, B., 2002, “Pengaruh beban dinamis terhadap fungsi filter geotekstil yang diletakkan di atas subgrade struktur jalan”, Jurnal Media Teknik, No. 2 Tahun XXIV, Mei 2002.

Hantoro, G., dan Widianti, A., 1999, “Karakteristik agregat kasar dengan dilapisi mortar”, Jurnal Wahan Teknik, Vol. 1 No. 2, Agustus 1999.

Widianti, A., 1999, “Penggunaan geosintetik sebagai bahan drainase vertikal”, Jurnal Semesta Teknika, Vol.1 No. 1, Maret 1999.

 

[Ditulis dari Taipei]

Silahturahmi Mei 22, 2007

Posted by Abi Ananda Rasyid in Tamasya Hati.
3 comments

Silahturahim 1Indahnya Silahturahim

Suatu ketika kita teringat akan saudara-saudara kita nun jauh disana. Karena terbatasanya waktu, biaya dan tenaga boleh jadi telah bertahun-tahun kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan saudara kita itu. Saudara dalam pandangan Islam adalah seluruh ummat Islam dimana saja dan siapa saja orang yang telah bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan Muhammad sebagai utusan Allah. Sebagai saudara ini, bagaikan saudara kandung sendiri, suka-duka susah-senang lapag-sempit sudah semestinya kita rasakan bersama. Inilah potensi besar ummat Islam untuk saling bahu-membahu, bantu-membantu, saling memahami saudaranya. Tentunya kita masih ingat “Mukmin yang satu dengan yang lain adalah bersaudara”. Mengapa bangsa kita ini menjadi bangsa yang masyarakatnya mudah marah sesama saudaranya, menjadi masyarakat yang koruptif, menjadi masyarakat yang barbar, ….. boleh jadi karena putusnya tali kekerabatan (ashli rahima).

Terkadang kita menghitung-hitung secara ekonomi untung dan rugi saat kita akan mengunjungi saudara kita yang jauh, “wah mahal sekali ya biaya ke Tainan, naik bis NTD1200/pp belum lagi makannya, belum lagi oleh-olehnya, bisa-bisa saya sendiri nggak makan besoknya, mana beasiswa pas-pasan lagi”. Inilah pikiran yang menggoda. Syaithan memang selalu memberikan rasa khawatir pada hati kita bila ingin melakukan hal-hal yang baik. Maka memohon perlindungan Allah SWT adalah jalan-Nya.

“وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ “

Jika saja kita tahu makna ruhiyah dari silahturahim ini, sungguh luar biasa. Ada yang tidak bisa kita ukur dengan kemampuan akal-pikiran dan asumsi-asumsi ekonomi kita. Berhari-hari ku-coba merenungkan makna dua hadits:

Barangsiapa yang ingin dipanjangkan jejak pengaruhnya dan diluaskan rezekinya, maka hendaklah dia menyambung kerabatnya (rahima)” [HR. Bukhari & Muslim, dengan tambahan dari Ahmad & Al-Hakim dengan sanad jayyid]

Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya maka hendaklah dia bertaqwa kepada Allah dan menyambung kerabatnya” [HR. Bukhari & Muslim]

Sebaik-baiknya kitab adalah Al-Qur’an, dan sebaik-baiknya perkataan adalah hadits, yaitu hadits Rasulullah SAW. Secara teks hadits tersebut telah secara jelas disebutkan bahwa dengan menyambung kerabat atau saudara ini Allah SWT meluaskan rezeki. Sungguh … kekhawatiran akan kurangnya uang kita telah dijawab oleh Allah SWT, karena Dia-lah Ar-Rozaq.

Sungguh bahagia bila kita menyambung ‘rahim’ ini, Allah akan menyambungnya dan bila kita memutusnya maka Allah akan menghancurkannya. Inilah firman Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Akan berada dimanakah kita? — orang yang menyambung ‘rahim’ atau memutusnya.

Ternyata, dengan menyambung kekerabatan ini tidak hanya rezeqi yang diluaskan, jejak pengaruh diperluas dan umurpun dipanjangkan. Jejak pengaruh ini diperluar karena kita bisa saling memahami dengan saudara kita sehingga tidak ada lagi perselisihan dan persengketaan. Jika ada perbedaan, karena perbedaan itu adalah sunnatullah, disinilah …. silahturahim bisa mendekatkan perbedaan hingga mendekati persamaan. Subhanallah …. tentunya semua ini harus dilandasi dengan iman dan taqwa. Inilah … nilai yang tidak bisa dibeli atau ditukar dengan uang kita.

“Ya, Allah luruskan niatku dalam beribadah kepada-Mu, kuatkanlah rahim ku dengan saudara-saudaraku”

Cerdas Center Mei 16, 2007

Posted by Abi Ananda Rasyid in Seputar Dunia Akademis.
1 comment so far

Seminar Hasil Penelitian “Cerdas Center” Teknik Sipil UMY 19 Mei 2004
Kedua kalinya CERDAS Center ( Center for Civil Engineering Research and Development  Sustainability ) jurusan Tehnik sipil UMY menyelenggarakan Cerdas Forum.

Forum pertama kalinya (the 1 ” Circular Cerdas Forum ) telah diselenggarakan 1 Januari 2004 yang lalu . Cerdas forum ini merupakan bagian dari kegiatan dalam Cerdas Center yang dimaksudkan untuk menjembatani hasil-hasil penelitian civitas akademika Tehnik Sipil UMY ( bridging the knowledge ) kepada dunia luar kampus seperti Instansi Pemerintah, Universitas atau jasa kontruksi dan LSM.Demikian keterangan dari Biro Humas UMY, sementara itu seminar yang diselenggarakan tanggal 19 Mei 2004 ini dilaksanakan di Ruang Seminar Kampus UMY dengan menampilkan empat orang dosen Tehnik Sipil UMY yang memperoleh dana penelitian Tahun Akademik 2003/2004.

Empat dosen tersebut diantaranya Ir. As’at Pujianto, MT ( Bidang Struktur ) , M. Heri Zulfiar,S,T,MT ( Bidang manajemen Konstruksi ), Tri Harjono ST, MT ( Bidang Hidraulika ) dan Agus Setyo Muntoha,  S.T,ME.Sc ( Bidang Geoenviromental Engineering ). Program Koordinator “Cerdas” center Agus Setyo Muntohar mengulas bahwa seharusnya setiap hasil penelitian bisa dimanfaatkan minimal untuk mendukung bahan perkuliahan atau lebih afdol lagi bisa dimanfaatkan oleh kalangan industri dan mendapatkan hak patent. Semua itu disadari bahwa iklim penelitian dan publikasi ilmiah pada perguruan tinggi di Indonesia masih relatif rendah dibandingfkan negara-negara tetangga lainnya seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.

Kajian efek percepatan tanah dan frekuensi gempa pada gedung kuliah Kampus terpadu UMY ini dibahas oleh Ir. As’at Pujianto, MT penelitian ini sangat relevan berhubung gedung Kampus terpadu UMY dibangun pada daerah yang berpotensi terjadinya liQucfaction bila terjadi gempa . Akibat terjadinya liqucfaction ini adalah kerusakan gedung yang selanjutnya dikaji oleh M. Heri Zulfiar, ST, MT. Dengan mengetahui jenis dan tingkat kerusakan gedung nantinya akan diketahui parameter-parameter apa saja sebagai penyebab kerusakan gedung. Hasil akhir dari penelitian kerusakan gedung ini adalah pembuatan system manajemen informasi kerusakan gedung dan penanganannya yang dapat dilihat dari skala kerusakannya, sehingga akan lebih mudah dan cepat dalam pemeliharaan gedung.

Sedang Penyajian makalah selanjutnya dipaparkan oleh Tri Harjono, ST,MT yang memberikan solusi untuk penanganan banjir dengan system drainase resapan. Lokasi penelitian yang dikaji adalah pada kasus Proyek RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta di Gamping. Dari model 3 dimensi di laboratorium diketahui bahwa dengan pemilihan tanah urugan yang sesuai dengan persyaratan ternyata mampu menanggulangi genangan banjir dengan baik.

Permasalahan pembangunan embankment untuk jalan raya menjadi bahan kajian oleh Agus Setyo Muntohar. Perilaku penurunan embankment dibuat dalam model laboratorium 3 dimensi. Penelitian diarahkan untuk mendukung materi perkuliahan tentang penurunan. Dari penelitian ini dapat dibuktikan bahwa dari sekian banyak metode untuk memperkirakan penurunan metode Sub-Layers memberikan hasil yang sangat baik dan akurat jika dibandingkan dengan uji model fisik 3 dimensi. Dengan diselenggarakannya Cerdas Forum ini kedepannya Cerdas Center seperti disampaikan oleh Program Coordinator mengundang peneliti-peneliti dari Universitas lain untuk dapat berkolaborasi dalam cerdas center untuk kemajuan penelitian dan publikasi bidang ketekniksipilan yang berkelanjutan seperti visi dari CERDAS Center. ( ek/LTI ) Sumber : Humas UMY .

[http://www.pemda-diy.go.id/berita/article.php?sid=1199]