Online Application (New) April 25, 2007
Posted by Abi Ananda Rasyid in Study @Taiwan.6 comments
NTUST online application
Kembali lagi ke informasi beasiswa studi di Taiwan. Dewasa ini, sudah banyak universitas-universitas di belahan dunia membuat aplikasi studi menjadi lebih mudah dengan membuka link aplikasi online. Fasilitas ini memang sangat membantu dan bisa mengurangi biaya pengiriman aplikasi. Bayangin saja, sekali kirim aplikasi melalui kantor pos Indonesia ke Taiwan bisa sampai Rp100.000-an untuk surat elektronik (ratron). Belum lagi nanti mengirim surat balasan untuk menyatakan kesediaan studi dan juga surat-surat tambahan lainnya. National Taiwan University of Science and Technology dan beberapa universitas di Taiwan sudah membuka cara aplikasi studi melalui ineternet. Untuk NTUST, para sahabat Muslim di Indonesia silahkan untuk mengakses link berikut:
Guidlines for NTUST Application: http://www.admission-e.ntust.edu.tw/front/bin/ptlist.phtml?Category=2
NTUST online aapplication: http://140.118.99.78/FA/Index.aspx
Selamat berjuang, semoga Allah SWT meridhoi usaha kita.
Agus Setyo Muntohar, S.T., M.E.Sc.
Landslide Research Group
Department of Construction Engineering – NTUST
Tuhan sungguh Adil April 17, 2007
Posted by Abi Ananda Rasyid in Tamasya Hati.1 comment so far
Ahad 15 April 2007 lalu selepas memberi Kajian Al-Islam di Masjid Kultural Taipei, seorang datang menghampiri dan bertanya: “Pak, kalau Islam adalah jalan menuju kesejahteraan, kedamaian, orang di luar Islam (baca: kafir) yang berbuat baik itu nantinya pasti akan ditempatkan di neraka jahannam, sungguh Tuhan itu tidak adil. Mereka kan sudah berbuat baik selama hidup didunia”.
Pertanyaan-pertanyaan ini tentunya seringkali menggelayuti diri kita barangkali, seringkali kita menggunggat Tuhan dan menghukum bahwa Tuhan tidak adil. Namun benarkah demikian? — Yah… maklumlah karena akupun bukan seorang ustadz yang mumpuni dalam bidang ini, maka akupun mencoba untuk menjelaskan sebisaku. “Mas,….pertanyaan ini sering dilontarkan oleh orang-orang yang berpaham liberal dan orang kafir atau pluralist (menyamakan bahwa semua agama benar). Tuhan itu sungguh adil. Mari kita lihat bersama, Dia (Allah SWT) menciptakan manusia lengkap dengan buminya. Begitu lahir, sudah ada makanan lewat ASI. Tuhan memberikan kita hidup, menghirup udara gratis, air gratis, sinar matahari gratis. Tuhan memberikan kepada kita rezeki yang tidak disangka datangnya. Tuhan sungguh adil, Dia memberikan kepada kita semuanya …. Dalam hidup keseharian, coba kita tengok sewaktu kita masih kecil, sewaktu kita diberi sesuatu misalnya sepeda dari seseorang kita pasti berterima kasih kepada orang itu dan selalu mengingat kebaikannya. Bahkan kalau kita tidak tahu siapa yang memberikannya, kita berusaha mencari tahu siapa yang memberikan sepeda itu dengan bertanya kepada bapak atau ibu: “siapa yang membelikan sepeda ini?”. Artinya secara naluri, kita punya rasa keingintahuan siapakah yang memberikan semua ini. Namun sayangnya, banyak orang yang tidak mau tahu siapakah yang memberikan kehidupan, siapa yang memberi rezeki, siapa yang mengatur dunia ini? Karena mereka telah menutup mata, telinga, dan hati mereka. Tuhan sungguh adil dengan memberikan mereka hidup, dengan hidup ini mereka seharusnya mencari siapa yang menciptakan dirinya itu. Islam adalah agama yang sempurna yang membawa millah Ibrahim AS. Semua agama yang dibawa para nabi sebelumnya adalah Islam yang mentauhidkan Allah”.
Orang itu bertanya lagi: “Di Taiwan ini mereka -kan tidak tahu Islam?”. “Mas, saya tahu kalau Taiwan tidak terlalu mementingkan agama. Tapi sejarah Islam itu sudah ada dalam kurikulum SD sampai SMA di Taiwan ini. Artinya mereka sudah pernah tahu dan pernah bersinggungan dengan Islam. Ini adalah tugas para muslim untuk berdakwah dengan ahsan”.
Kembali ke-pertanyaan awal tadi, marilah kita renungkan sejenak, Tuhan dalam Dien Al-Islam tidaklah sama dengan Tuhan yang dianggap oleh orang-orang Kristen, Katholik, Yahudi, Hindu, Budha, Kong – Hu Chu, dll. Islam mentauhidkan Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa, Dia tidak berputra, dan juga tidak berbapak sebagaimana anggapan orang-orang Kristen dan Katholik atau Yahudi. Islam hanya menyembah kepada Tuhan Yang Satu, bukan banyak Tuhan sebagaimana Budha, Hindu, Kong Hu Chu. Jadi secara prinsip tidaklah sama antara Islam dengan agama-agama lainnya. Kalau kita ingin menuju jalan keselamatan, maka tempuhlah jalan yang lurus yaitu Islam yang diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.
Firman Allah SWT dalam QS. Al-An’aam ayat 153 , yang artinya : “dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.”
Suatu cerita: “Suatu ketika ada seorang yang sangat gemar sekali bekerja dan membantu orang lain. Suatu hari ia melihat temannya di suatu kantorbekerja bahu membahu dari pagi hingga petang. Ia pun kemudian membantu pekerjaan temannya dengan senang hati. Setiap hari ia masuk pagi dan pulang petang membantu semua pekerjaan di teman-temannya di kantor tersebut. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, berujung pada pergantian bulan, tibalah saatnya yang dinanti-nantikan oleh para pekerja kantoran itu yaitu pembagian gaji bulanan. Sore hari sebelum pulang kantor, semua karyawan berkumpul di aula untuk mengambil gajinya. Sang bendahara kantor pun memanggil satu per satu para karyawan hingga akhirnya tinggal 3 orang. Sang “pembantu kerja” ini pun gundah kok belum dipanggil-panggil dengan bendahara ya. Ia pun berpikir, “ahhh … mungkin pimpinan kantor ini akan memberikan gaji dan bonus kepadaku karena aku sudah bekerja dengan giat dan membantu semua teman-temanku. Supaya tidak ada rasa iri dengan karyawan lainnya, pasti aku dipanggil yang terakhir”. Demikianlah yang dipikirkan oleh orang ini. Sampailah …. ia tinggal seorang diri di ruangan itu, namun sang bendahara hendak meninggalkan ruangan lalu ditanya dengan orang tadi, “Pak bendahara saya kok belum dipanggil tadi”. Maka bendaharapun bingung dan melihat lagi daftar nama-nama karyawan, ternyata semuanya sudah dipanggil dan menerima gajinya. Bendahara bertanya, “Bapak bekerja di bagian mana?”, ia menjawab “saya yang bekerja paling giat di kantor ini membantu semua pekerjaan teman-teman sekantor”. Mungkin …. pembantu umum kali ya ….. Bendahara mengecek sekali lagi daftar karyawan, kemudian bertanya lagi “kapan bapak mulai masuk kerja?”. Jawab orang tadi “ya sebulan lalu”, bendahara menimpali “kok tidak ada ya nama bapak dalam list karyawan kantor ini? Apakah bapak sebelumnya pernah mengajukan lamaran untuk bekerja di kantor ini?”. Terang saja orang tadi menjawab “saya tidak pernah mengajukan lamaran, tapi saya lihat semua orang di kantor ini bekerja dengan senang hati tanpa diperintah, jadi saya ikut saja bergabung dengan teman-teman saya itu”. Sang bendahara tadi pun pusing seribu pusing.
Nah…itulah, kita mau bekerja pun harus mengikuti suatu cara agar diakui, terdaftar dan tercatat sebagai karyawan kantor tadi. Kalau kita tidak pernah mengajukan lamaran, kemudian tiba-tiba masuk… ya terang saja kita ini bukan karyawan kantor tadi. Artinya begini, kalau kita tidak pernah mengakui bahwa Allah adalah sesembahan satu-satunya dan Muhammad adalah Nabi dan Rasul Allah, maka jangan harap kita akan ada dalam daftar pengikut jalan yang lurus, yaitu Islam.
Dan Allah-lah Yang Maha Tahu atas segala sesuatu.
Alhamdulillah, sepeda itu April 16, 2007
Posted by Abi Ananda Rasyid in Tamasya Hati.4 comments
Beberapa hari sebelum sepeda itu “diminati” orang lain, aku ingin sekali mengambil fotonya. Tapi belum sempat difoto untuk dikenang, Alhamdulillah, sepeda itu sudah raib. Ceritanya begini, sepeda itu – mountain bike – hasil perburuan sepeda bekas di kampus yang memang sudah dinyatakan tak bertuan. Tradisi di kampus, kalau tiap semester pasti ada sepeda yang dibuang. Nah kerjaan kita-kita, mahasiswa Indonesia yang pas-pasan, munguti sepeda. Aku dapat satu sepeda yang masih cukup baik, warnanya biru, ban depan dan belakang masih baik, rem masih baik, pergantian gear masih baik juga. Yah … pokoknya beruntung nemu sepeda itu. Sebelumnya, aku sudah punya sepeda yang dibeli dari pasar loak dibawah jembatan Yong – He seminggu setelah sampai Taipei. Tapi sepeda lamaku ini sudah agak tidak nyaman. Yah … maklum sepeda bekas — murah lagi……Hari sabtu 7 April 2007 lalu jam 10 malam, aku ke Masjid Besar Taipei untuk membantu persiapan Tabligh Akbar Ustadz Yunahar Ilyas. Sepeda aku bawa masuk ke dalam lingkungan masjid — aku parkir di depan pintu masjid. Sayangnya lupa dikunci — karena rencananya hanya sebentar. Kira-kira satu jam setelah itu, temanku Dedi yang kuliah di NTUT bilang” : “Pak Agus, sepedanya dipakai orang ya kok nggak ada”. Aku jawab : “Mungkin saja Mas Dedi”. Kebetulan memang di masjid banyak teman-teman naker yang sedang sibuk persiapan untuk acara esok harinya. Ya…. berpositif thingking saja kalau sepedaku dipinjam untuk beli makanan atau apa.
Setelah sholat subuh, sepeda kutunggu tak kunjung datang ….. maka kesimpulanku adalah “Alhamdulillah, sepeda itu ada yang suka juga. Semoga bisa bermanfaat”. Iya …. kan, siapa tahu orang yang ambil sepeda itu buru-buru ke rumah sakit karena anaknya sakit, atau buru-buru beli obat, atau buru-buru perlu uang untuk beli pulsa telepon karena keluarga di rumah harus ditelepon. Alhamdulillah kalau sepeda itu bisa dimanfaatkan dengan baik. Sebagai informasi saja, di Taiwan ini kalau ada sepeda tidak dikunci memang biasanya diartikan sepeda itu dibuang alias tidak ada yang punya lagi.
Selamat tinggal sepedaku …. semoa engkau bermanfaat bagi orang lain yang mengambilnya.
Foto: Sepeda lamaku, setia menemani kemana pergi di Taipei
Buku Mekanika Tanah April 12, 2007
Posted by Abi Ananda Rasyid in Seputar Dunia Akademis.11 comments
Alhamdulillah, setelah menulis buku ini sejak studi master lalu hingga kini juga tengah dalam proses penyuntingan, beberapa bab dari Buku Pengantar Rekayasa Geoteknik bisa diselesaikan. Buku ini ditulis berdasarkan referensi-referensi dari jurnal dan hasil penelitian penulis sendiri. Beberapa hasil penelitian terkini yang dipublikasikan pada jurnal juga disajikan sebagai referensi penulisan. Hal ini dimaksudkan untuk melakukan update terhadap khasanah ilmu mekanika tanah. Insya Allah, sepulang dari Taiwan, buku ini bisa dirampungkan dan dicetak dengan baik.
Cover Buku: Cover
Contoh Bab: Sample Bab
